Ini Pesan Menag Terkait Pemotongan Hewan Korban di Tengah Pandemi..

Menteri Agama Fachrul Razi - kemenag.go.id
30 Juli 2020 04:17 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam melaksanakan penyembelihan hewan kurban saat perayaan Iduladha 1441H/2020M.

Menag menyatakan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan panduan penyembelihan hewan kurban di saat pandemi Covid-19, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Panduan tersebut tertuang dalam surat edaran Menteri Agama Nomor 18 tahun 2020.

Hal tersebut disampaikan Menag Fachrul saat mencanangkan Gerakan Teladan Berkurban Nasional 2020 dalam rangka menyambut Iduladha 1441H bersama Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla yang digelar secara daring, Rabu (29/7/2020).

BACA JUGA : Penyembelihan Hewan Kurban di Jogja Harus Ajukan Izin 

“Pelaksanaan ibadah kurban di daerah yang kasus dan penularan Covid-19 masih tinggi, wajib memperhatikan penerapan protokol kesehatan, seperti penerapan jaga jarak fisik, penerapan kebersihan personal panitia, serta penerapan kebersihan alat yang digunakan dalam pencacahan daging kurban,” kata Menag.

Dia menyatakan penerapan protokol kesehatan dalam penyembelihan hewan kurban diharapkan bisa memutus penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini belum menunjukan grafik melandai. Bahkan angkanya masih bergerak naik di sejumlah daerah.

Dalam kesempatan itu, Menag juga mengajak masyarakat yang secara ekonomi mampu untuk berkurban pada Iduladha dan hari raya Tasrik. Pasalnya, banyak masyarakat yang membutuhkan terutama di tengah pandemi Covid-19.  

“Pada prinsipnya, meski daging kurban sebagian boleh dikonsumsi oleh orang yang berkurban, termasuk dibagikan kepada kerabat dan tetangga, namun dalam situasi sekarang sangat dianjurkan sebanyak mungkin daging kurban dibagikan kepada fakir miskin,” ujarnya.

BACA JUGA : Pedagang Hewan Kurban Klaim Telah Kantongi Izin

Menag menambahkan dalam rangka ketahanan gizi masyarakat, konsumsi daging kurban sangat bermanfaat.  Selain membantu kaum dhuafa dengan daging kurban, Menag juga mengajak segenap umat muslim untuk terus meningkatkan pengelolaan zakat, infak, sedekah dan wakaf serta kedermawanan dan kepedulian untuk menolong meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.

“Mari tanamkan dan budayakan berkurban sebagai salah satu simbol ketaatan kepada Allah dan kedekatan dengan masyarakat sekitar kita. Umat yang taat berkurban, Insya Allah diharapkan akan mampu menjaga nilai-nilai ukhuwah seagama, sebangsa dan setanah air. Selamat menambut hari raya Iduladha 1441 Hijriyah,” ungkapnya.

Adapun, lokasi pencanangan Gerakan Teladan Berkurban Nasional 2020 dalam rangka menyambut Iduladha 1441H ini digelar serentak secara daring dari tiga daerah, yakni Kabupaten Purbalingga (Jawa Tengah), Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi Sulawesi Selatan.

Kabupaten Purbalingga menjadi satu-satunya kabupaten yang dipilih menjadi lokasi Pencanangan Gerakan Teladan Berkurban Nasional 2020. Lokasi pencanangan berlangsung di Desa Kedarpan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia