Advertisement
Ditarget Penuhi Tes PCR 4.991 Per Hari, Jateng Minta Kelengkapan Laboratorium
Petugas laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta tengah membongkar, memeriksa dan mendata sampel swab Covid-19 yang dikirim oleh berbagai rumah sakit di DIY-Jateng, Senin (13/4/2020), di laboratorium BBTKLPP di Jalan Imogiri Timur, Banguntapan, Bantul.-Harian Jogja - Bhekti Suryani.
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengajukan tambahan 20 tenaga ahli dan sarana di bidang laboratorium. Hal itu dilakukan sebagai upaya Jateng memenuhi target menggelar tes polymerase chain reaction (PCR) sebanyak 4.991 spesimen per hari.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yulianto Prabowo, mengatakan sesuai instruksi pemerintah pusat, Jateng ditarget mampu melakukan tes PCR sebanyak 4.991 per hari. Untuk itu, pihaknya pun memerlukan penambahan tenaga ahli dan sarana di laboratorium.
Advertisement
BACA JUGA : Tak Penuhi Target WHO, Jumlah Tes PCR Covid-19 di DIY
“Iya, bukan hanya tenaga ahlinya, tapi juga alat dan reagen tes Covid-19 dan macam-macam yang dibutuhkan. Kita ditarget untuk mengambil spesimen 4.991 per harinya,” ujar Yulianto di Kantor Pemprov Jateng, Senin (27/7/2020).
Yulianto mengatakan saat ini Jateng masih membutuhkan sekitar 20 tenaga ahli laboratorium PCR. Sejauh ini, dari laboratorium yang sudah ada, Jateng baru bisa melayani sekitar 4.000 tes PCR per hari.
Selain target tes PCR, pihaknya juga menyampaikan pentingnya peran program Jogo Tonggo dalam menangani Covid-19. Dari program tersebut masyarakat bisa aktif mendata kelompok yang rentan, seperti ibu hamil, lansia, penyandang sakit tak menular dan menular.
BACA JUGA : Ada 160 Orang! Ini Penyebab Banyak PDP di DIY Hingga Kini
“Pengelompokan itu untuk meminimalisasi angka kematian. Program Jogo Tonggo sangat berperan karena berbasis masyarakat dan mereka punya datanya. Nah, kelompok ini yang perlu kita perhatikan dan prioritaskan,” ujarnya.
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menuturkan penting untuk memaksimalkan program Jogo Tonggo dalam menghadapi pandemi Covid-19. Untuk itu, ia mengundang sejumlah pakar ilmu sosial untuk menemukan pola edukasi kepada masyarakat terkait kebiasaan baru.
“Jadi hari ini kita mengumpulkan para pakar ilmu sosial, untuk mencari cara mengedukasi masyarakat. Jadi lebih baik mengedukasi masyarakat dengan cara memberikan penguatan terhadap cerita sukses daripada memberikan pemidanaan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
- Angin Kencang di Prambanan: Belasan Rumah Rusak dan Joglo Roboh
- HUT ke-22 Tagana Sleman: Danang Maharsa Puji Dedikasi Relawan
- Volume Surat Menyurat Turun 40 Persen, Ini Strategi Kantor Pos Jogja
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
- 2 Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Jember, 1 Tewas dan 1 Hilang
- Ansyari Lubis Minta PSS Sleman Tampil Maksimal Lawan Kendal Tornado
Advertisement
Advertisement








