Advertisement

Luhut: Indonesia Bisa Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik 2030

Yanita Petriella
Minggu, 26 Juli 2020 - 06:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Luhut: Indonesia Bisa Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik 2030 Pabrik bahan baku baterai mobil listrik yang dibangun oleh Harita Nickel di Kawasi, Obi, Halmahera Selatan sudah memasuki tahap konstruksi akhir. Istimewa - Harita Nickel

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritian dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia memiliki 80% bahan baku untuk lithium baterai. Sehingga ia meyakini bahwa Indonesia dapat menjadi produsen baterai lithium untuk mobil listrik pada 2030.

"Indonesia 40 persen memiliki cadangan nikelnya besar. Indonesia juga memiliki bauksit dan tembaga yang juga bahan dari baterai lithium, jadi 80% bahan baku untuk baterai lithium," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (25/7/2020).

Menurutnya, hilirisasi penting untuk masa depan, sehingga tidak hanya ekspor material mentah saja, namun membuat produk hilir yang lebih bernilai. Hal itu memproses dari bijih nikel sampai menjadi baterai dan stainless steel.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Indonesia memiliki cadangan terbesar dan terbaik untuk nikel ore sehingga berpeluang bakal menjadi pemain utama. Pada 2030, Eropa sudah tak lagi menggunakan mobil dengan energi fosil.

Bahkan, di tahun sekitar 2025 - 2027 ditargetkan beberapa puluh persen sudah beralih dapat beralih ke mobil listrik.

"Kita juga bertahap mengurangin energi fosil," ucap Luhut

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Ratusan Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta Terima Beasiswa Pendamping PKH

Sleman
| Minggu, 25 September 2022, 23:37 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement