Arab Saudi Buka Ibadah Haji Tahun Ini, Kuota Hanya 10.000 Orang

Ibadah haji. - Ist/Freepik
25 Juli 2020 19:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Pemerintah Arab Saudi memperketat jumlah jemaah haji tahun ini.

Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi Dr Muhammad Saleh bin Taher Banten menegaskan bahwa faktor penentu kesehatan dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini adalah seleksi jamaah yang berada di Kerajaan Arab Saudi. Ia pun menegaskan tidak ada pengecualian dalam pemilihan jamaah haji 1441 hijriah/2020 masehi.

Sebagaimana dikutip dari SPA, Sabtu (25/7/2020), Benten menambahkan bahwa ada dukungan besar dari pimpinan Kerajaan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Ia juga menegaskan bahwa proses seleksi jamaah haji tahun ini dilakukan dengan transparansi penuh serta menerapkan pemeriksaan kesehatan dengan ketat.

Benten mengatakan Pemerintah Arab Saudi telah mengambil keputusan penting dengan tetap menyelenggarakan ibadah haji 1441H/2020M secara terbatas di tengah pandemi virus corona (covid-19).

Dia mengungkapkan, langkah ini sejalan dengan syariat Islam tentang pentingnya menjaga keselamatan umat manusia.

Keputusan tersebut pun memeroleh dukungan luas dari dunia Arab, Islam, dan internasional.

Prosesi ibadah haji tahun ini sendiri akan dimulai pada Selasa 28 Juli dan berlanjut hingga Minggu 2 Agustus. Sementara puncak ibadah haji pada Kamis 30 Juli.

Jumlah kuota jamaah haji tahun ini telah diturunkan secara drastis menjadi hanya bagi 10.000 orang. Keputusan tersebut untuk memutus mata rantai virus corona (covid-19).

Sekira 2,5 juta Muslim dari seluruh negara biasanya berpartisipasi dalam ibadah yang berpusat di Tanah Suci Makkah ini. Namun, kali ini sangat berbeda.

Pelaksanaan haji tahun ini akan diadakan di bawah protokol kesehatan yang sangat ketat. Kesehatan yang baik menjadi syarat utama seorang Muslim boleh menunaikan ibadah haji.

Warga dari 160 negara yang telah tinggal di Arab Saudi pun telah dipilih untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Kuota untuk warga negara asing (WNA) atau ekspatriat tersebut adalah 70 persen dari total 10 ribu jamaah haji 1441H/2020M. Sedangkan bagi jamaah haji lokal mendapat kuota 30 persen.

Jamaah pun akan diminta menjalani karantina pada sebelum dan usai melakukan prosesi haji. Mereka wajib memberikan informasi ke Kementerian Kesehatan Arab Saudi setiap hari melalui mobile apllication sesuai protokol yang disetujui.

Dituding Dinasti Politik karena Maju di Pilkada Solo, Gibran: Di Mana Dinasti Politiknya?

Adapun jamaah yang diperbolehkan mengikuti rangkaian haji tahun ini hanya mereka yang berusia 20 hingga 50 tahunan, tidak menderita penyakit kronis, serta belum pernah berhaji.

Jamaah haji juga juga tidak memiliki penyakit diabetes, tekanan darah, penyakit jantung, dan penyakit pernapasan.

Kemudian mereka tidak terinfeksi virus corona atau menunjukkan gejalanya. Calon jamaah haji wajib menyertakan sertifikat sehat setelah menjalani tes medis polymerase chain reaction (PCR).

Artikel ini telah tayang di Okezone.com berjudul "Arab Saudi Tegaskan Seleksi Jamaah Haji Tahun Ini Ketat dan Transparan"

Sumber : Okezone.com