Advertisement
Pelaku Usaha Mikro Terima Bantuan Rp5 Miliar
Menteri Sosial Juliari Batubara mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Rapat kerja tersebut membahas pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2021, RKP 2021 dan evaluasi kinerja Kemensos tahun 2020. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Sosial melakukan penguatan usaha mikro pada periode pandemi Covid-19 dengan membantu pelaku usaha mikro senilai Rp5 miliar kepada 10.000 keluarga. Program kewirausahan itu diarahkan menjadi jangkar pemberdayaan sosial.
Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan Bantuan Stimulan Insentif Modal Usaha (BSIMU) senilai Rp5 miliar disalurkan kepada 10.000 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) Graduasi yang tengah membangun atau merintis usaha.
Advertisement
"Program kewirausahaan ini memang merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan para KPM PKH Graduasi yang memiliki rintisan usaha," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (25/7/2020).
BACA JUGA : Omzet Ribuan UMKM di Gunungkidul Merosot Drastis
Pada masa pandemi Covid-19, bantuan stimulan kewirausahaan sosial diberikan senilai Rp500.000/KPM untuk membantu menyangga usaha mikro yang baru saja dirintis agar tetap bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi.
Nantinya, KPM PKH Graduasi yang terseleksi akan menerima pendampingan dan bantuan sosial insentif modal usaha sebesar Rp3,5 juta/KPM untuk lebih mengembangkan usahanya.
Juliari menegaskan Kemensos harus bisa memberdayakan masyarakat yang mendapat bantuan sosial sehingga tidak hanya mengandalkan bantuan terus-menerus. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial harus memiliki target karena setiap program harus mempunyai target supaya terukur tingkat keberhasilannya.
BACA JUGA : Dinas Fasilitasi Ongkos Kirim untuk UMKM Terdampak Covid
Edi Suharto, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial menjelaskan, program kewirausahaan sosial dirancang sesuai dengan integrated and sustainable program supaya bisa berkesinambungan dengan Program Keluarga Harapan.
Program Kewirausahaan Sosial ini ini menerapkan 3 model yakni model pembibitan bagi penerima yang memiliki potensi usaha, model mentoring bagi penerima yang memiliki usaha berkembang, dan model inkubasi bagi penerima yang memiliki usaha yang sudah maju.
Selain menyalurkan BSIMU, Kemensos juga menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek). Bimtek diiikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari Koordinator PKH, Koordinator TKSK dan perwakilan KPM PKH Graduasi.
“Bimbingan teknis ini memang merupakan bentuk penguatan usaha-usaha mikro dengan memberikan edukasi bagi mereka untuk bisa mengembangkan usahanya,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Jadwal KRL Keberangkatan dari Palur & Solo Balapan, Selasa 24 Maret
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Solo ke Jogja Bebas Macet, Cek Jadwal KRL Palur-Jogja, Senin 23 Maret
- Senin Mau ke Solo? Simak Jadwal Keberangkatan KRL Jogja-Solo, 23 Maret
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Terbaru Senin 23 Maret 2026
- Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Senin 23 Maret 2026: Waspada Hujan Ringan
- Jadwal KA Prameks Kutoarjo-Jogja Terbaru Senin 23 Maret 2026
- SIM Mati Pas Libur Lebaran 2026, Cek Jadwal Perpanjangan
- Prediksi Lonjakan Parkir Wisata Lebaran Jogja 2026: Cek Tarif Resmi
Advertisement
Advertisement







