Menantu Jokowi Belum Dapat Restu Megawati di Pilkada 2020

Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo - JIBI/Bisnis/Yodie Hardiyan
18 Juli 2020 16:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Joko Widodo Jokowi resmi mengantongi rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk maju di Pilkada Solo 2020.

Namun, menantu Jokowi, Bobby Afif Nasution atau Bobby Nasution yang berniat maju di Pilkada Kota Medan, hingga kini belum mendapat persetujuan resmi.

Dalam pengumuman 45 rekomendasi Pilkada 2020, Jumat (17/7/2020), PDIP belum merilis siapa yang bakal diusung di Pemilihan Wali Kota Medan. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto hanya mengatakan, keputusan untuk Pilkada Medan masih menunggu momentum.

"Politik itu melihat momentum, jadi pakai hitung-hitungan juga. Maka hari ini kami pakai simbolik 45, kami mulai dari timur menuju ke barat, matahari terbit dari timur, Bung Karno Sang Putra Fajar," kata Hasto dalam konferensi pers, Jumat (17/7/2020).

Saat pembacaan rekomendasi, Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan PDIP Puan Maharani memang mengumumkan dari Papua Barat. Dengan begitu, calon untuk Pilkada Sumatera Utara diumumkan terakhir. Namun, baru calon untuk Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Serdang Bedagai yang diumumkan.

Menurut Hasto, pengumuman untuk Pilkada Medan masih menunggu momentum selanjutnya. Begitu pula dengan sejumlah daerah lain, seperti Surabaya dan Banyuwangi.

"Nanti kami selanjutnya menunggu arahan Ibu Ketua Umum." kata Hasto.

Bobby Nasution sebelumnya telah mendapatkan dukungan dari Partai Golkar dan Partai NasDem untuk maju di Pilkada Medan.

Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan, beberapa partai masih mencari wakil yang pas untuk Bobby.

"Ini lagi ada pembicaraan intensif dengan partai-partai lain. Dengan PDIP, Gerindra, kemudian dengan PPP," kata Doli kepada wartawan pada Rabu lalu, 15 Juli 2020.

Pada 9 Maret lalu, Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto mengatakan pencalonan untuk Pilkada Medan memiliki kompleksitas tersendiri.

"Tingkat keruwetannya lebih tinggi di Medan karena Bobby daftar di banyak partai," kata pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini.

Kemudian pada 18 Juni 2020, Bambang Pacul mengatakan PDIP akan mengajukan kadernya menjadi wakil seumpama partai memutuskan mengusung Bobby sebagai calon wali kota Medan.

"Kalau pun Bobby diusulkan oleh PDI Perjuangan, maka untuk menjaga soliditas partai karena Mas Bobby bukan kader murni PDI Perjuangan, wakil pasti kader PDI Perjuangan," kata Bambang.

Sumber : Antara