Singapura Kirim Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia soal Karhutla
Singapura mengirim pemberitahuan kepada tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla. PSI mencapai 192 dan Kemenkes mencatat 283.270 kasus ISPA.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Berhasil sembuh dari infeksi Corona tak menjamin orang yang bersangkutan sehat seperti sedia kala.
Jumlah pasien yang sembuh dari virus corona Covid-19 terus bertambah. Tapi, NHS mengkhawatirkan 1 dari 3 pasien yang sembuh dari virus corona Covid-19 masih bisa mengalami penderitaan seumur hidup.
Karena, virus corona Covid-19 bisa menyebabkan efek jangka panjang berupa kerusakan paru-paru, kelelahan kronis hingga kerusakan otak.
Lebih mengkhawatirkannya lagi, satu dari tiga orang dengan virus corona Covid-19 bisa mengalami kerusakan paru-paru jangka panjang. Tapi, Dr Hilary Floyd, direktur klinis di NHS Seacole Center mengaku tidak tahu seberapa lama kerusakan paru-paru itu akan terjadi.
"Kami tidak tahu apakah generasi yang berusia 50-an dan 60-an searang akan jauh lebih lemah atau memiliki risiko demensia yang meningkat dalam waktu 20 tahun," jelas Dr Hilary Floyd dikutip dari Mirror.
Sebelumnya, orang tua dianggap memiliki risiko lebih besar terinfeksi virus corona Covid-19. Karena itu, Hilary Floyd sempat terkejut melihat jumlah pasien muda yang terinfeksi virus corona.
"Mereka adalah orang-orang yang mandiri, aktif beraktivitas, pergi ke gym hingga berenang. Tetapi, sekarang mereka terbaring di tempat tidur dan tidak bisa bangun," kata Hilary.
Dr Hilary mengaku melihat banyak pasien usia 40 tahunan yang terinfeksi virus corona Covid-19. Di sisi lain, ia juga melihat banyak pasien usia 50-an hingga 60-an yang berjuang keras melawan virus corona Covid-19.
"Tapi, mereka memiliki tingkat kelemahan tinggi untuk sembuh dari virus corona Covid-19," jelasnya.
Pendapat Dr Hilary tentang efek jangka panjang virus corona Covid-19 muncul, setelah petugas medis di China memeringatkan bahwa pasien yang sembuh bisa mengalami beberapa masalah kesehatan jangka panjang.
Komisi Kesehatan Nasional China pun memeringatkan bahwa pasien virus corona Covid-19 bisa mengalami depresi, insomnia, gangguan makan, berbagai masalah mental dan neurologis.
Bahkan pasien virus corona juga mungkin mengalami masalah dengan kerusakan otot dan kehilangan fungsi tungkai.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal medis Kidney International juga memeringatkan hubungan antara virus corona Covid-19 dan gagal ginjal.
Sebanyak 5.449 pasien virus corona Covid-19 yang menjalani tes di fasilitas medis Northwell Health di Great Neck, New York, ditemukan ada satu dari tiga pasien yang menderita masalah ginjal parah.
Menurut peneliti Kenar Jhaveri, kepala nefrologi Northwell, ada lebih dari 14,3 persen pasien virus corona Covid-19 yang memerlukan dialisis.
Selain itu, ada pula laporan yang mengkhawatirkan bahwa virus corona Covid-19 telah memicu penyakit mirip Kawasaki pada anak-anak, kondisi serius yang menyebabkan demam tinggi, ruam mata merah dan kelenjar yang bengkak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Singapura mengirim pemberitahuan kepada tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla. PSI mencapai 192 dan Kemenkes mencatat 283.270 kasus ISPA.
Pemkab Temanggung mengalokasikan Rp6,9 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi air tanah di empat lokasi yang ditargetkan rampung akhir 2026.
Sultan HB X mengingatkan Karang Taruna agar mengutamakan dampak nyata bagi warga melalui inovasi sosial, pemberdayaan, dan kolaborasi.
Simak simulasi UMK Jawa Tengah 2027 jika naik 9,5%. UMK Kota Semarang diproyeksikan mencapai Rp4,05 juta, disusul Demak dan Kendal.
Cek jadwal SIM Gunungkidul Sabtu, 24 Oktober 2026, di Toserba Sambipitu, lengkap dengan lokasi layanan lain dan syarat perpanjangan SIM.
Veda Ega Pratama mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position Grand Prix setelah tercepat di kualifikasi Moto3 Australia 2026.