Prabowo Naik LRT Kelapa Gading-Manggarai Bersama Pelajar, Ini Rute yang Dilewati
Presiden Prabowo Subianto menjajal LRT Kelapa Gading-Manggarai bersama pelajar dan Pramono Anung. Layanan untuk masyarakat mulai 17 September.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, INDIA - Seorang mempelai laki-laki di India dinyatakan meninggal dunia sehari setelah pesta pernikahannya. Ia meninggal karena terjangkit virus Corona penyebab Covid-19. Sementara puluhan warga yang datang sebagai tamu resepsi dinyatakan positif covid-19.
Menyadur Gulf News pada Selasa (25/6/2020) yang dikutip dari Suara.com--jaringan Harianjogja.com, 31 penduduk desa dinyatakan terinfeksi covid-19 setelah mempelai pengantin pria meninggal sehari seusai pesta pernikahan.
Pengantin pria yang berasal dari sebuah desa di distrik Patna, bekerja di Gurgaon. Tanggal 15 Juni, dia datang dari Gurgaon memakai kendaraan pribadi dan langsung menuju tempat pernikahan di blok Naubatpur, Kota Patna.
Penduduk desa mengatakan, mempelai laki-laki jatuh sakit saat ritual pernikahan. Tetapi entah bagaimana, semuanya selesai dan pengantin pria dibawa pulang ke rumahnya bersama sang istri.
Pada malam hari, pesta pernikahan akbar diselenggarakan untuk menjamu para tamu undangan. Penduduk desa juga banyak yang menghadiri pesta makan malam.
Keesokan harinya, kondisi pengantin pria memburuk dan dia dilarikan ke klinik pemerintah yang terletak di blok Paligan. Kondisinya yang tidak kunjung membaik, ia dipindahkan ke Institut Ilmu Kedokteran India di Patna.
Namun, ia pingsan tepat ketika kendaraan yang membawanya telah mencapai gerbang rumah sakit, ia kemudian dinyatakan meninggal.
Setelah kematiannya, anggota keluarga yang berduka membawa jenazah ke rumah dan mengkremasinya tanpa memberi tahu otoritas kesehatan, serta tak melakukan tes untuk mengetahui lelaki itu terpapar corona.
Sementara itu, beberapa warga desa melaporkan masalah ini kepada pejabat setempat dan memberi tahu mereka tentang bagaimana pengantin pria meninggal segera setelah pernikahannya.
Mereka juga memberi tahu pejabat, bahwa mempelai pria datang dari Gurgaon di Haryana, salah satu negara bagian India yang memiliki kasus virus corona cukup parah.
Tim dari Departemen Kesehatan negara bagian, segera bergegas ke daerah tersebut dan mengumpulkan sampel 125 penduduk desa yang menghadiri pesta pernikahan. Hasilnya, 15 dari mereka dinyatakan positif.
Pada 20 Juni, otoritas kesehatan negara mengumpulkan sampel lebih dari 81 orang dari daerah yang terkena dampak. Di antara mereka, 16 dinyatakan positif Covid-19.
"Mayoritas orang yang dinyatakan positif Covid-19 adalah mereka yang menghadiri pesta pernikahan," kata seorang pejabat kesehatan, Dr Ramanujam kepada media pada hari Rabu (24/6/2020).
Menurut laporan terbaru dari Departemen Kesehatan negara bagian, virus corona telah merenggut 55 nyawa dan menginfeksi 8.180 orang di Bihar.
Dari jumlah kasus positif, 5.174 adalah pekerja migran yang telah kembali ke rumah dari tempat kerja mereka di negara-negara bagian lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Presiden Prabowo Subianto menjajal LRT Kelapa Gading-Manggarai bersama pelajar dan Pramono Anung. Layanan untuk masyarakat mulai 17 September.
Jajal LRT Jakarta bersama Prabowo, penyandang disabilitas, lansia, dan pelajar berbagi pengalaman soal aksesibilitas dan kenyamanan layanan.
Bansos DIY disiapkan digital mulai 2027. Pendataan warga berjalan, termasuk 128.000 warga Sleman dan proses sanggah penerima terindikasi judol.
Meta Description:Slemania, BCS, Brajamusti dan The Maident menandatangani komitmen bersama menjaga keamanan dan kondusivitas Super League 2026/2027.
JJLS Kelok 23 dinilai membuka peluang pengembangan wisata selatan DIY dengan mendorong kunjungan, okupansi hotel, dan belanja wisatawan.
Empat perwakilan Sleman masuk daftar sementara kontingen DIY untuk SEA Games 2026, terdiri atas atlet, pelatih, wasit, dan mekanik.