Angka Pernikahan di Semarang Menurun Gara-Gara Corona

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
25 Juni 2020 14:07 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang menyebut angka pernikahan di Kota Semarang mengalami penurunan drastis dalam dua bulan terakhir. Penurunan itu terjadi seiring wabah atau pandemi Covid-19 yang tengah terjadi.

"Sejak ada pandemi, angka perkawinan di Kota Semarang memang turun drastis. Mungkin, pada takut menggelar pernikahan di masa pandemi dan memilih untuk menunda," tutur Kepala Kantor Kemenag Semarang, Muhdi Zamru, saat dijumpai JIBI/Solopos di kantornya, Senin (22/6/2020).

Muhdi mengatakan angka pernikahan yang digelar Kantor Kemenag Kota Semarang dalam kurun Januari-Mei 2020 mencapai 3.146 kejadian. Dari jumlah sebanyak itu, 758 pernikahan digelar di kantor KUA dan sisanya 2.388 pernikahan digelar di rumah atau di luar kantor KUA.

BACA JUGA : Ngeri, Angka Perkawinan Anak di Indonesia 193.000

Sementara itu, dari 3146 pernikahan yang berlangsung di Ibu Kota Jawa Tengah itu sepanjang 2020, paling banyak terjadi pada Maret. Itu merupakan bulan terakhir sebelum pandemi Covid-19 ditetapkan sebagai bencana nasional oleh pemerintah.

Total ada 968 pernikahan yang digelar di Kota Semarang selama Maret 2020. Perinciannya, 190 dilaksanakan di kantor KUA, dan sisanya, 778 digelar di rumah atau gedung. Sementara pada bulan April, angka pernikahan mulai mengalami penurunan sekitar 664.

Penurunan paling tajam terjadi pada bulan Mei. Total hanya 83 pasangan yang mengajukan pernikahan, di mana 15 pernikahan digelar di kantor KUA. Sedangkan sisanya, 68 pernikahan dilangsungkan di rumah atau gedung.

"Bulan Juni-Juli ini harusnya permintaan [ pernikahan di Kota Semarang ] naik. Apalagi, ini kan memasuki bulan Besar [Zulhijah]. Biasanya, kalau Besar banyak yang punya hajatan," ujar Muhdi.

BACA JUGA : Belasan Anak di Sleman Tiap Bulan Terjerat Pernikahan Dini

Muhdi menambahkan dalam menikahkan pasangan, petugas KUA diwajibkan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Itu sesuai Surat Keputusan (SK) Dirjen Binmas Islam No P-006/DJ.III/Hk.00.7/06/2020, yang terbit 10 Juni 2020.

Dalam surat itu disebutkan tentang tata cara melangsungkan melangsungkan pernikahan baik di Kantor KUA Kota Semarang maupun luar KUA. Protokol itu antara lain, jika pernikahan digelar di kantor KUA, maka jumlah yang hadir hanya dibatasi maksimal 10 orang. Begitu juga jika prosesi akad nikah digelar di rumah.

Apabila pernikahan digelar di gedung atau di masjid, prosesi akad nikah boleh diikuti sebanyak-banyaknya 20% dari kapasitas ruangan. Tapi, jumlahnya tidak boleh lebih dari 30 orang.

Kepala Seksi (Kasi) Binmas Islam Kantor Kemenag Kota Semarang, Muh Labib, mengatakan petugas KUA wajib menolak melangsungkan pernikahan jika protokol tidak dipenuhi. "Petugas kami atau penghulu, juga dibekali APD [alat pelindung diri] seperti face shield dan sarung tangan dalam menikahkan pasangan. Jadi protokol kesehatan harus benar-benar dipatuhi," tegas Labib

Sumber : JIBI/Solopos