Anies Baswedan Paling Populer di Medsos, Juga Paling Sering Diserang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan). - Antara
16 Juni 2020 22:07 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Peneliti dari Drone Emprit, Ismail Fahmi, menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan paling sering diperbincangkan dan mendapat serangan di media sosial (medsos) dibandingkan dengan gubernur lainnya.

Ismail mengungkapkan dari 75 tanda pagar (tagar) terkait dengan Anies Baswedan, kebanyakan menyerang.

“Salah satunya #bansosboncoswanabud, #PSBBAniesGagalTotal. Artinya top hashtag [tagar], narasi besar itu bukan dari pendukung Anies, tapi dari mereka yang menyerang,” kata Ismail dalam video conference bertajuk Dinamika Baru Elektoral, Bagaimana Menurut Riset Big Data, Selasa (16/6/2020).

Berdasarkan hasil riset Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) dan Drone Emprit, pada periode 9 Mei - 8 Juni tercatat 361.329 unggahan di Twitter, Facebook, Instagram, dan Youtube menyebut nama Anies Baswedan.

Hal ini jauh dibandingkan dengan dua pemimpin daerah lain yang juga cukup populer yakni Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (93.100) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (109.389).

Namun, tingkat kesukaan terhadap Anies paling rendah  dibandingkan dengan yang lain. Tingkat kesukaan warga dunia maya terhadap Anies sebesar 31 persen, sedangkan Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo, masing-masing secara berurutan, 54 persen dan 53 persen.

Kendati demikian, Direktur LP3ES Fajar Nursahid mengatakan hal tersebut belum tentu merugikan bagi Anies. Pasalnya, dalam politik tidak semua serangan pada akhirnya akan berujung pada penurunan tingkat elektabilitas.

“Artinya kalau ini bisa dipakai dengan baik, dikapitalisasi, ini bisa menjadi senjata. Jadi tidak ada pengaruh linier kalau kena bully itu langsung negatif [elektabilitasnya],” kata Fajar.

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia merilis survei yang menunjukan elektabilitas Anies Baswedan dan Prabowo Subianto turun, sedangkan Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo naik. Survei yang dilakukan pada periode 16-18 Mei lalu itu menyasar 1.200 responden dengan metode kontak telepon.

Margin of error survei ini lebih kurang 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Hasilnya, elektabilitas Ganjar pada Mei sebesar 11,8 persen atau naik 2,7 persen dibandingkan Februari 2020. Elektabilitas Ridwan Kamil naik 3,9 persen, yaitu dari 3,8 persen pada Februari menjadi 7,7 persen pada Mei 2020.

Sementara itu, elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto turun cukup signifikan yaitu menjadi 14,1 persen dari 22,2 persen pada Februari 2020. Kondisi serupa juga dialami Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang turun dari 12,1 persen pada Februari 2020 menjadi 10,4 persen pada Mei 2020.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia