49 WNI Positif Covid-19 di Malaysia Merupakan Klaster Tahanan Imigrasi dan Konstruksi

Ilustrasi-Petugas perlindungan tenaga kerja (kanan) mendampingi sejumlah pekerja migran yang dideportasi dari Malaysia di Pelabuhan Internasional PT Pelindo I Dumai di Dumai, Riau, Sabtu (7/3/2020). - ANTARA/Aswaddy Hamid
27 Mei 2020 15:57 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebanyak 49 WNI di Malaysia dinyatakan positif Covid-19. Mereka berasal dari Depo Tahanan Imigrasi dan lokasi konstruksi.

Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan 49 WNI di Malaysia yang terbukti positif Covid-19 berasal dari dua klaster, yakni depo tahanan imigrasi dan kluster konstruksi.

Dari depo tahanan imigrasi terdapat 38 WNI yang positif Covid-19. Mereka tersebar di tiga depo, yakni Depo Tahanan Semenyih, Depo Tahanan Bukit Jalil, dan Depo Tahanan Sepang.

Sementara pada klaster kedua, terdapat 11 WNI positif Covid-19 di klaster konstruksi pembinaan yang berlokasi di Kuala Lumpur.

“Sesuai dengan informasi yang disampaikan pemerintah Malaysia terkait dengan kluster konstruksi, lokasi konstruksi sudah ditutup,” ujar Judha dalam press briefing, Rabu (27/5).

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, total kumulatif kasus WNI terpapar Covid-19 di Malaysia mencapai 157 orang. Adapun perinciannya adalah 27 WNI sembuh, 128 stabil, dan 2 orang meninggal. Dengan demikian, kasus WNI terpapar Covid-19 di Malaysia menjadi yang tertinggi.

“Kami juga mendorong pihak majikan bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada pekerja migran kita untuk memberikan keamanan di lokasi kerja maupun di lokasi penginapan,” lanjut Judha.

Kemenlu juga mencatat kepulangan WNI dari Malaysia hingga saat ini mencapai 78.930 WNI. Sebanyak 61 persen melalui jalur laut, 24 persen darat, dan 15 persen udara.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia