Advertisement
Indonesia Bersiap Hadapi New Normal, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Petugas kepolisian mengarahkan calon pemudik yang terjaring razia penyekatan untuk menaiki bus yang akan membawa mereka ke Terminal Pulogebang, Jakarta, di Pintu Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). - Antara/Nova Wahyudi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - DPR meminta masyarakat tetap mewaspadai penularan Covid-19 seiring wacana penerapan kebijakan normal baru (new normal).
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay meminta masyarakat tetap mewaspadai penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan Saleh terkait wacana penerapan kebijakan normal baru.
Advertisement
"Dalam menghadapi kebijakan itu, masyarakat harus tetap waspada, bersiap dan melindungi diri dan keluarga dari penyebaran Covid-19," kata Saleh Daulay, di Jakarta, Selasa (26/5/2020).
Saleh mengatakan langkah masyarakat itu diperlukan karena Covid-19 masih cukup berkembang di Indonesia, tidak mengenal situasi normal, normal baru, bahkan abnormal.
Wakil Ketua Fraksi PAN itu menilai secara alamiah Covid-19 akan tetap menular, jika orang-orang tidak berupaya untuk melawan dan menghindarinya.
"Sejauh ini, tidak semua hal bisa diurus oleh Pemerintah sehingga peran serta masyarakat juga sangat tinggi. Itulah hebatnya rakyat Indonesia, selalu siap sedia, sabar, dan tangguh menghadapi segala hal," ujarnya pula.
Saleh menilai kebijakan "normal baru" dirancang pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi dan kelihatannya dijadikan prioritas utama, bahkan di atas penanganan penyebaran Covid-19.
Menurut Saleh apabila karena alasan ekonomi lalu pemerintah tidak lagi menjadikan Covid-19 sebagai program prioritas, masyarakat harus mempersiapkan diri masing-masing.
"Masyarakat harus saling mengingatkan antarwarga untuk sama-sama menghindari Covid-19 dan gotong royong untuk membantu yang terdampak. Sekarang saatnya masyarakat menunjukkan kalau semua bisa ditangani sendiri," katanya lagi.
Selain itu, dia tetap mengkritik langkah pemerintah menerapkan kebijakan normal baru, karena berdasarkan data statistik, jumlah pasien positif Covid-19 masih naik dan pasien yang dirawat pun masih banyak.
Saleh menilai kebijakan tersebut sengaja dibuat Pemerintah untuk mempersepsikan kepada publik bahwa situasi sudah berubah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi khawatir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
Advertisement
Volume Sampah Ramadan di Jogja Naik, DLH Pastikan Depo Tetap Kosong
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Harga BBM Bisa Naik Akibat Perang AS-Iran, Ini Kata Pemerintah
- Indomaret Salurkan Paket Sembako untuk Lansia Wonosobo
- Perang AS-Iran, Pemerintah Minta Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
- Diet di Usia 30-an Lebih Sulit, Ini Penjelasan Ahli Gizi
- Lahan Koperasi Desa Merah Putih Jogja Sulit Penuhi Syarat 600 Meter
- Menteri Perdagangan Siaga Dampak Konflik Iran, Daya Beli Dijaga
- Beli Wajib Pakai KTP, Stok Gas Melon di Gunungkidul Dipastikan Aman
Advertisement
Advertisement







