Jasad 3 WNI Dibuang ke Laut, Perbudakan Dikecam

Ilustrasi mayat - Ist/Okezone
08 Mei 2020 06:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila mengecam kasus jenazah anak buah kapal asal Indonesia yang meninggal dan dilarung ke laut oleh pihak kapal milik perusahaan China.

Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo menyatakan tindakan itu sangat bertentangan dengan kemanusiaan dan harus diusut hingga tuntas.

"Tindakan perbudakan dengan cara tidak beradab bertentangan nilai martabat kemanusian kita berharap persoalan ini diusut tuntas dalam hal ini perlu andanya inverstigasi untuk menyelidiki kasus ini," ujar Benny lewat keterangan resmi, Kamis (7/5/2020).

Benny menilai kasus ini mencoreng wajah keadaban manusia. Dia melanjutkan, kasus ini adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang sangat berat.

"Kita berharap hal ini tidak terjadi lagi karena perbudakan bertentangan dengan prinsip kemanusian dan [merupakan] pelangaran HAM berat," ujar Benny.

Benny berharap ke depan ABK diberikan jaminan keselamatan hingga perlu adanya perjanjian internasional untuk melindungi martabat manusia.

"Ke depan dibutuhkan jaminan keselamatan ABK dan perlunya perjanjian internasional untuk melindungi martabat manusia," tegas Benny.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri mencatat terdapat tiga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal saat bekerja di kapal Longxing 629 milik perusahaan China.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan tiga ABK tersebut meninggal di atas kapal Longxing 629, dan jenazahnya dikubur atau dilarung di laut lepas.

Retno menyebut pihak Duta Besar China di Indonesia menyatakan jenazah dilarung di laut sesuai standar International Labour Organization (ILO).

Tayangan video jenazah ABK Indonesia dilarung ke laut menjadi viral setelah pemilik akun YouTube, Korea Reomit bernama Jang Hansol menyebarkan berita yang tengah viral di Korea itu melalui akun Youtubenya.

“Video yang akan kita lihat habis ini adalah kenyataan pelanggaran HAM orang Indonesia yang bekerja di kapal China," ujar Jang Hansol menirukan penyiar saluran berita Korea, MBC seperti dikutip Kamis (7/5/2020).

Dalam video disebutkan MBC mendapatkan rekaman itu setelah kapal bersandar di Pelabuhan Busan.

Berdasarkan terjemahan yang disampaikan Hansol, orang-orang Indonesia itu meminta bantuan kepada pemerintah Korea Selatan dan media setempat. Pada awalnya, pihak televisi tidak bersedia membantunya.

Tayangan itu menjadi trending topic di Twitter sejak kemarin malam. Hansol menjelaskan berita yang disiarkan MBC itu juga sedang viral di Korea Selatan. Pasalnya, ABK Indonesia yang bekerja di atas kapal nelayan China diperlakukan tidak manusiawi hingga meninggal.

Sumber : Bisnis.com