Hardiknas 2020, Mendikbud Ajak Warga Belajar dari Pandemi Covid-19

Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim. - Ist/ Dok Kemendikbud
03 Mei 2020 15:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2020 diperingati di tengah pandemi Covid-19. Kondisi ini menjadi tantangan luar biasa bagi negara dan seluruh dunia. Namun krisis ini memberikan banyak hikmah dan pembelajaran yang bisa diterapkan saat ini dan setelahnya.

Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, saat menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) secara terpusat dan terbatas untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Saat ini, kita sedang melalui krisis Covid-19. Krisis yang memakan begitu banyak nyawa, krisis yang menjadi tantangan luar biasa bagi negara kita dan seluruh dunia. Tetapi dari krisis ini, kita mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat ini dan setelahnya,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (2/5/2020).

Adapun tema Hardiknas 2020 adalah Belajar dari Covid-19. Pada kesempatan ini, ia mengajak seluruh insan pendidikan di Tanah Air, mengambil hikmah dan pembelajaran dari krisis Covid-19.

Nadiem menyebut, melalui situasi saat ini, untuk pertama kalinya, para guru melakukan pembelajaran melalui daring/online dengan menggunakan tools/perangkat baru, dan menyadari bahwa sebenarnya pembelajaran bisa terjadi di manapun. Begitu juga dengan orang tua, untuk pertama kalinya menyadari betapa sulitnya tugas guru untuk bisa mengajar anak secara efektif dan menimbulkan empati kepada guru yang tadinya mungkin belum ada.

“Guru, siswa, dan orang tua, sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja," ujar Mendikbud.

Pendidikan yang efektif, lanjutnya, membutuhkan kolaborasi yang efektif dari tiga hal ini, guru, siswa, dan orang tua.

"Tanpa kolaborasi itu, pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi,” ujar Mendikbud.

Petik Hikmah Kesehatan dan Kebersihan
Di samping itu, krisis Covid-19 juga mengajarkan kepada masyarakat agar dapat memetik hikmah tentang betapa pentingnya kesehatan dan kebersihan, serta pentingnya norma-norma kemanusiaan di dalam masyarakat.

“Timbulnya empati, timbulnya solidaritas di tengah masyarakat kita pada saat pandemi Covid-19 ini, merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan. Bukan hanya di masa krisis ini, tetapi juga di saat krisis ini telah berlalu,” tambah Nadiem.

Agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik di masa depan, Mendikbud mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk selalu berinovasi di tengah pandemi Covid-19.

“Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. Inilah saatnya kita mendengarkan hati nurani dan belajar dari Covid-19,” ajak Nadiem.

Di akhir pidatonya, Mendikbud berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para insan pendidikan yang telah mengikuti arahan Presiden Joko Widodo untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta tetap belajar, bekerja, dan beribadah di rumah saja.

“Semoga kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat agar bisa melalui masa sulit ini,” harapnya.

Tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), selaku panitia peringatan Hardiknas Tahun 2020 mengeluarkan Pedoman Penyelenggaraan Hardiknas Tahun 2020.

Dalam pedoman tersebut, Kemendikbud meniadakan penyelenggaraan upacara bendera yang umumnya dilakukan satuan pendidikan, kantor kementerian/lembaga/pemerintah daerah, serta perwakilan pemerintah RI di luar negeri sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain itu, Kemendikbud juga mengimbau setiap satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan, kantor instansi pusat dan daerah, serta perwakilan RI di luar negeri tidak mengadakan kegiatan/aktivitas peringatan Hardiknas 2020 yang mengakibatkan berkumpulnya orang banyak pada suatu lokasi.

Sumber : Suara.com