Sejarah Libur May Day di Dunia

Buruh dari berbagai serikat pekerja melakukan aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Rabu (1/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
01 Mei 2020 06:07 WIB Desyinta Nuraini News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - May Day yang jatuh pada 1 Mei. Dilansir dari Boldsky, May Day bisa tercetus pada pertengahan abad ke-19. Kala itu, para pekerja industri bekerja selama 12-15 jam sehari dan tidak memiliki lingkungan kerja yang lebih baik.

Kemudian pada tahun 1886, ribuan pekerja industri memimpin pemogokan nasional di Amerika Serikat (AS) dan menuntut kondisi kerja yang lebih baik, yang terdiri dari 8 jam kerja dalam sehari. Namun tuntutan tidak hanya terjadi di AS saja tetapi juga di Jerman, Inggris, dan Prancis.

Banyak yang menganggap Manifesto Komunis yang ditulis oleh Karl Marx (filsuf, jurnalis, reformis, dan ekonom Jerman) memberi dampak besar bagi para pekerja dan organisasi industri.

Manifesto ini ditulis pada tahun 1848 ketika para pekerja industri menghadapi eksploitasi ekstrim, tetapi tuntutan pekerja tidak terpenuhi hanya dalam sehari. Bahkan, butuh beberapa tahun dan protes hingga pertumpahan darah agar tuntutan mereka diamini.

Signifikansi May Day

Di Amerika Serikat, tanggal 1 Mei menjadi hari libur setiap tahunnya. Hal yang sama berlaku untuk banyak negara termasuk India.

Di India, May Day bermula di Madras (sekarang Chennai) pada 1923 di bawah kekuasaan Raja Inggris. Namun kala itu lebih seperti pertemuan yang dipimpin oleh Singaravelan, pemimpin Partai Buruh Kisan Hindustan.

Di bawah kepemimpinannya, dua pertemuan terpisah diadakan, satu di Pantai Triplicane dan yang lainnya di dekat Pengadilan Tinggi Madras.

Pertemuan-pertemuan ini menghasilkan deklarasi libur pemerintah pada 1 Mei setiap tahunnya. Mulai pada hari itu, para pekerja di setiap sektor negara dihormati dan kontribusi mereka diakui.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia