China Kirim Dokter untuk Kim Jong-Un

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un - Reuters/KCNA
25 April 2020 17:47 WIB Maria Elena News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kondisi dan keberadaan Pemimpin Korea Utara Kum Jong-un saat ini masih menjadi teka-teki. China telah mengirimkan tim ke Korea Utara, termasuk para ahli medis untuk memeriksa Kim Jong-un, berdasarkan sumber dari tiga orang yang mengetahui situasi tersebut.

Dilansir dari The Guardian pada Sabtu (25/4/2020), perjalanan para dokter dan pejabat China itu dilakukan karena adanya laporan kesehatan Kim Jong-Un yang saling bertentangan.

Seperti yang dikutip, sebuah delegasi yang dipimpin oleh anggota senior departemen penghubung internasional Partai Komunis China meninggalkan Beijing ke Korea Utara pada Kamis (23/4/2020).

Departemen itu merupakan badan utama China yang berurusan dengan negara tetangga, Korea Utara. Sumber yang tidak ingin disebutkan namanya menolak untuk diidentifikasi mengingat masalah ini sangat sensitif.

Departemen penghubung tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar pada Jumat malam (24/4/2020). Di samping itu, pada saat yang sama Kementerian Luar Negeri China juga tidak menanggapi permintaan komentar mengenai hal ini.

Daily NK, situs web yang berbasis di Seoul, melaporkan Kim telah pulih setelah menjalani prosedur kardiovaskular pada 12 April, yang mengutip satu sumber tanpa nama di Korea Utara.

Para pejabat pemerintah Korea Selatan dan seorang pejabat China dari departemen penghubung meragukan laporan-laporan berikutnya yang menyatakan bahwa Kim berada dalam bahaya besar setelah operasi.

Para pejabat Korea Selatan mengatakan mereka tidak menemukan tanda-tanda aktivitas yang tidak biasa di Korea Utara.

Sementara pada Kamis (23/4/2020), Presiden AS Donald Trump, juga meragukan laporan sebelumnya bahwa Kim sakit parah. "Saya pikir laporan itu tidak benar," kata Trump kepada wartawan, tetapi ia menolak mengatakan apakah ia telah menghubungi pejabat Korea Utara.

Pada Jumat (24/4), sumber Korea Selatan mengatakan bahwa Kim masih hidup dan kemungkinan akan segera muncul. Sumber itu mengatakan dia tidak bisa berkomentar mengenai kondisi Kim saat ini atau keterlibatan orang China.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, ketika ditanyakan tentang kesehatan Kim di Fox News setelah Trump berbicara, mengatakan pemerintah AS tetap mengawasi situasi ini dengan sangat tajam.

"Saya tidak punya apa pun yang bisa saya bagikan kepada Anda malam ini, tetapi orang-orang Amerika harus tahu bahwa kami mengawasi situasi dengan sangat tajam".

Pemimpin Korea Utama Kim Jong-Un sedang menghisap sebatang rokok

Sebagaimana diketahui, Korea Utara adalah salah satu negara di dunia yang paling tertutup, dan kesehatan para pemimpinnya dianggap sebagai masalah keamanan negara. Sementara Reuters tidak dapat secara independen mengkonfirmasi rincian apa pun tentang keberadaan atau kondisi Kim.

Media pemerintah Korea Utara terakhir kali melaporkan keberadaan Kim ketika ia memimpin pertemuan pada 11 April 2020. Media pemerintah tidak melaporkan bahwa dia hadir di acara ulang tahun kakeknya, Kim Il-sung, pada 15 April 2020, padahal perayaan ini merupakan peringatan penting di Korea Utara.

Sebelumnya, Kim, yang diyakini saat itu berusia 36 tahun, pernah menghilang dari sorotan media pemerintah Korea Utara.

Pada 2014 dia menghilang lebih dari sebulan dan TV pemerintah Korea Utara kemudian menunjukkan kondisi Kim yang berjalan dengan pincang.

Spekulasi tentang kesehatannya ini dipicu oleh kebiasaan merokoknya yang berat, terlihat juga dari kenaikan berat badanĀ  sejak mengambil kekuasaan, dan memiliki riwayat kesehatan keluarga dengan masalah kardiovaskular.

Sumber : Bisnis.com