Advertisement
Kasus Baru Covid-19 di China Melonjak, Ini Penyebabnya
Sepasang orang tua beserta bayinya menggunakan pakaian pelindung saat berada di Bandara Internasional Tianhe Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China, yang menjadi pusat wabah virus corona jenis baru COVID-19 pada Jumat (10/4/2020)./Antara - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – China mengalami lonjakan kasus Covid-19 baru. Lebih dari separuh jumlah kasus baru yang dilaporkan oleh China pada Minggu (12/4/2020) ternyata berasal dari sebuah penerbangan dari Rusia ke Shanghai pada 10 April.
Menurut Komisi Kesehatan Kota Shanghai, sebanyak 51 dari 52 imported cases, kasus Corona dari pendatang yang tiba dari luar negeri, pada Sabtu (11/4/2020) adalah warga negara China yang didiagnosis terjangkit Covid-19 setelah mendarat di Shanghai.
Advertisement
Para pendatang tersebut berkontribusi atas lebih dari separuh 97 imported cases yang diungkapkan China pada Minggu (12/4/2020) pagi. Sementara itu, sebanyak 92 orang yang terkait dengan penerbangan Rusia tersebut telah dilacak dan dikarantina, menurut otoritas Shanghai.
Meski demikian, tidak ada informasi lain yang diberikan tentang penerbangan dimaksud dan tidak diketahui dengan jelas mengapa sekelompok warga negara China itu berada di Rusia sebelumnya.
Rusia telah muncul sebagai sumber baru imported case untuk China. Setelah berupaya menjinakkan wabah virus mematikan ini di dalam negerinya sendiri, China kini harus memutar otak untuk mencegah kasus-kasus dari sumber lain.
Dalam upaya untuk membatasi imported case, China telah menghentikan semua kecuali satu penerbangan masuk per pekan untuk maskapai asing. Namun, kasus-kasus baru juga telah menemukan jalannya memasuki negara itu melalui perbatasan darat, terutama dengan Rusia.
Provinsi Heilongjiang timur laut China telah melaporkan lebih dari 100 imported case dari Rusia di perbatasan daratnya sepanjang bulan ini.
China tidak sendirian dalam melaporkan imported case. Beberapa negara lain mengonfirmasi kasus baru karena pemerintah negara-negara itu membawa warga mereka pulang dari luar negeri untuk melindungi mereka dari wabah di negara-negara tersebut.
Rusia sendiri berupaya memperketat lockdown di tengah memburuknya penyebaran virus yang membebani sistem kesehatan setempat, seperti dilansir dari Bloomberg.
Pada Minggu (12/4/2020), Rusia melaporkan jumlah kasus baru Covid-19 meningkat 31 persen dalam semalam menjadi 2.186, sekaligus mendongkrak total kasus di negara ini menjadi 15.770 dengan 130 orang di antaranya meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com, Bloomberg
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
Advertisement
Dana Desa Menyusut, DPRD DIY Soroti Dampak pada Program Kalurahan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Penumpang ASDP Diprediksi Melonjak 9,4 Persen saat Mudik 2026
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Gojek Hadirkan Shelter Instan di Terminal Giwangan Jogja
- Lurah Bohol Gunungkidul Divonis 1 Tahun Penjara Kasus Korupsi APBKal
- Buron Bandar Narkoba Jaringan Koko Erwin Ditangkap Bareskrim
- Bareskrim Geledah 3 Perusahaan Emas Surabaya Terkait TPPU Rp25,9 T
- Kebakaran Bank BPD DIY KCP Wirobrajan, Dana dan Data Nasabah Aman
Advertisement
Advertisement








