Pasien Positif Covid-19 di Jawa Tengah Capai 40 Orang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) di Kota Salatiga. Kamis (26/3/2020). - Humas Pemprov Jateng
26 Maret 2020 20:27 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG - Jumlah pasien yang positif terjangkit virus Corona (Covid-19) di Jawa Tengah bertambah menjadi 40 orang dengan rincian 35 orang dirawat dan 5 lainnya meninggal.

Pasien positif Covid-19 yang meninggal bertambah saru orang. Satu pasien ini diketahui sebelumnya dirawat di RSUD dr Moewardi Solo. Dengan demikian, total pasien yang meninggal di Kota Solo sebanyak 4 orang dan Kota Semarang sebanyak 1 orang, Kamis (26/3/2020).

Adapun 35 pasien positif Covid-19 saat ini tersebar di beberapa rumah sakit. Pasien positif covid-19 paling banyak dirawat di RSUP dr Kariadi yakni 8 orang, 5 di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, 4 di RSUD Dr. Moewardi Solo, 3 RSUD dr. R. G. Taroenadibrata Purbalingga.

Selanjutnya tiga pasien juga dirawat di RSUD Banyumas, 3 orang di RSU Telogorejo Semarang, 2 RSU di dr. Soedjono Magelang, 1 RSUD Tidar Kota Magelang,1 RSUD Setjonegoro Wonosobo, 1 RSUD Prof. Dr. Margono Banyumas, 1 RSUD Kraton Pekalongan,1 RSUD Kardinah Tegal, 1 RSUD dr. Soediran MS Wonogiri, dan 1 pasien di RSUD Cilacap.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebelumnya telah meminta pemerintah daerah sigap. Pasalnya dia mencermati pergerakan warga perantauan dari Jateng yang mempercepat mudik ke kampung halaman.

Dia menyebut telah ada 80 bus membawa 1776 penumpang dari Jakarta ke Jepara. Juga terjadi peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jateng.

Beberapa di antaranya terjadi pada 22 Maret di terminal Bulupitu Purwokerto ada 2.323 penumpang turun dan di Terminal Giri Adipura Wonogiri ada 2.625 penumpang. Situasi yang sama juga terjadi di terminal Cepu, Pemalang, kebumen, Wonosobo, Cilacap, dan lainnya.

Ganjar telah meminta para Bupati dan Walikota lebih tegas dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. “Data setiap perantau yang pulang, cek kesehatannya, dan pantau terus. Protocol yang sama juga harus diterapkan di level desa, bahkan RT dan RW,” tekannya.

Para kepala daerah juga dipersilahkan jika memang harus menutup tempat-tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan seperti alun-alun, objek wisata, pantai dan sebagainya. Juga melarang setiap bentuk aktifitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan.

“Bapak ibu, sekarang ini sudah terlalu banyak korban jatuh. Bahkan tak sedikit tenaga medis yang berguguran. Karena itu, sayangi dirimu, sayangi keluargamu, bersama kita patuhi himbauan pemerintah, agar tidak semakin banyak air mata tertumpah. Semoga pageblug ini segera bisa kita lalui,” tutupnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia