Presiden Jokowi Pastikan 105.000 APD Siap Distribusi, Jogja Ikut Kebagian

Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan dalam pembukaan Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3/2020). ASAFF Tahun 2020 yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) merupakan hasil kolaborasi antarnegara dan antarpebisnis di kawasan Asia untuk membangun kemandirian pertanian dan ketahanan pangan di Asia. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
23 Maret 2020 10:47 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Guna menghadapi pandemi Corona yang terus meluas di Indonesia, Presiden Joko Widodo memastikan sebanyak 105.000 alat perlindungan diri (APD) siap distribusi, Senin (23/3/2020). Wilayah dengan penyebaran virus corona (Covid-19) akan menjadi prioritas.

Sebanyak 45.000 APD akan didistribusikan ke DKI Jakarta, Bogor, dan Banten. Selanjutnya 40.000 lainnya akan diberikan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Bali.

“Dan 10.000 akan didistribusikan ke seluruh provinsi yang ada di luar jawa, serta 10.000 sebagai cadangan,” kata Presiden Jokowi saat memantau Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta sebagai rumah sakit darurat corona, Senin (23/3/2020).

Seperti diketahui, APD menjadi satu permasalahan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Tenaga medis, sebagai garda terdepan dalam pengendalian vius melaporkan kekurangan APD.

Sementara itu hingga Minggu (22/3/2020) pukul 12.00 WIB, Indonesia melaporkan 514 kasus positif Covid-19. Jumlah ini meningkat dari jumlah sebelumnya yakni 450 kasus.

Dari total kasus, sebanyak 29 orang di antaranya telah sembuh, sedangkan 48 orang meninggal dunia. Dengan demikian 437 orang masih dalam proses perawatan.

Berdasarkan sebaran wilayah, DKI Jakarta menjadi yang terbesar, yakni 307 pasien per Minggu (22/3/2020) pukul 18.00 WIB. Ibu kota negara mencatat 29 orang meninggal, sehingga rasio kematian pasien Covid-19 sebesar 9,45 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata secara global.

Adapun pemerintah memutuskan untuk melakukan tes cepat dan mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing. Tes cepat dilakukan guna mendektesi indikator awal seseorang terpapar Covid-19. Sementara itu, social distancing atau menjaga jarak dalam aktivitas sosial guna memutus rantai penularan virus.

Sumber : Bisnis.com