Bagi yang Masih Ngeyel Tidak Takut Corona, Ini Jawaban dari Gus Nadir

Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir. - Ist/Twitter
22 Maret 2020 19:37 WIB Newswire News Share :


Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah dan terus menggalakkan antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19, seperti dengan menciptakan jarak sosial dan memelihara pola hidup bersih. Namun, masih saja ada orang yang tidak mematuhi.

Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir membuat beberapa cuitan untuk menyadarkan orang-orang yang sesumbar tidak takut kepada virus corona baru (COVID-19).

Dalam cuitan yang dibuat pada Minggu (22/3/2020), Gus Nadir tidak setuju dengan pernyataan “Kami tidak takut pada Corona. Kami hanya takut pada Tuhan”.

Ia melawan pernyataan itu dengan berkata, "Saya & keluarga takut kena Corona sehingga tak lagi sempat beribadah padaMu & tak bisa lagi bermanfaat untuk sesama, padahal dosa kami menumpuk —tak tahu surga atau neraka yang menunggu?"

Tak hanya itu saja, Gus Nadir juga menjawab pertanyaan, "Di daerah kami belum masuk zona merah, gak ada yang kena Corona, kenapa shalat Jumat ditiadakan?"

Ia meminta orang-orang dengan pertanyaan seperti itu mengubah pemikirannya.

"Selama belum ada test massal yang hasilnya terbukti kampung Anda aman, maka semua orang dianggap berpotensi membawa virus corona meski terlihat sehat," ucap Gus Nadir.

Banyak orang juga mempertanyakan mengapa masjid ditutup sementara mall, warung atau toko tetap buka.

Menurut Gus Nadir, "Masjid ditutup, kita masih bisa ibadah di rumah. Jumatan diganti zuhur itu ada tuntunan syar’i-nya. Tapi kalau mall/warung ditutup, apa opsi lain untuk memenuhi kebutuhan primer sehari-hari?"

Ia menjelaskan bahwa orang yang menderita virus corona itu tidak dapat mati seketika.

"Ada proses inkubasi 14 hari. Kamu mungkin ketularannya di Masjid, terus dirawat di RS, dan matinya di kasur. Ini bukan jihad lho!” ujarnya.

Gus Nadir juga memiliki jawaban jika ada yang bertanya "Bukannya mati itu sudah ketentuan Allah. Kita semua pasti mati. Kenapa takut Corona?"

Jawab Gus Nadir, "Mati sudah pasti. Tapi penyebab & caranya kita gak tahu. Kalau kena Corona, kamu malah berpotensi mati dan menulari keluarga & kawanmu untuk mati juga. Mau?"

Ia juga tidak membenarkan bahwa solusi menghadapi corona adalah dengan penegakan khilafah.

Gus Nadir menjelaskan, "Jaman Khalifah Umar ada wabah Amawas yang bermula dari Palestina terus ke Syam & menyebar ke area lain. Sekitar 30 ribu orang wafat termasuk sejumlah nama besar Sahabat Nabi Saw. Jadi, memang solusinya bukan khilafah".

Unggahan tersebut mendapatkan banyak respon dari warganet. Hanya dalam waktu delapan jam sejak diunggah, cuitannya telah memperoleh 7.400 retweet dan 14 ribu likes dari warganet.

Untuk diketahui, berdasarkan data Pemerintah hingga Minggu, (22/3/22020), jumlah total pasien positiv vrus Corona di Indonesia mencapai 514 kasus. Ada penambahan 64 kasus positif, dari hari sebelumnya yakni 450 kasus.

Meski terjadi penambahan kasus, namun terjadi pula penambahan pasien yang dinyatakan negatif, tanpa tanda klinis, membaik kondisinya, dan dinyatakan sembuh sebanyak 9 orang, sehingga total yang sembuh 29 orang.

Dari total masyarakat yang terinfeksi, pasien yang meninggal dunia sebanyak 48 orang atau bertambah 10 dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119 dan 119.

Sumber : Suara.com