Panglima TNI: Wisma Atlet Siap Tangani Pasien Covid-19

Sejumlah pekerja sedang membersihkan lantai di Wisma Atlet Kemayoran yang akan dijadikan sebagai Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid/19.Dok. Istimewa
22 Maret 2020 20:27 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

 
Harianjogja.com, JAKARTA - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyebut Wisma Atlet sudah siap menerima dan menangani pasien virus corona atau covid-19 dengan daya tampung pasien 2.500 orang.
 
Hadi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri BUMN Erick Thohir dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya telah meninjau kesiapan Wisma Atlet yang akan dijadikan rumah sakit darurat penanganan virus Corona atau Covid-19.
 
Hadi menjelaskan Pemerintah akan melengkapi seluruh sarana yang dibutuhkan di Wisma Atlet tersebut seperti ruang isolasi dan ruang observasi beserta perlengkapannya. Hadi mengungkapkan bahwa Wisma Atlet diprediksi siap menampung sekitar 2.500 pasien virus corona atau covid-19.
 
"Setelah di cek, ternyata semuanya sudah siap dan hanya tinggal menunggu untuk dioperasikan saja bagi pasien terjangkit virus corona atau covid-19," tuturnya dalam keterangan resminya, Minggu (22/3).
 
Menurut Hadi, tenaga medis yang akan dikerahkan untuk menangani pasien virus corona atau covid-19 berasal dari tenaga medis TNI, Polri, BUMN dan sejumlah rumah sakit swasta yang berkemampuan untuk merawat pasien virus corona atau covid-19.
 
"Nanti ada juga tower yang digunakan anggota Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 baik dari TNI, Polri, BNPB hingga relawan," kata Hadi.
 
Dia juga menjelaskan bahwa TNI akan melibatkan 109 rumah sakit tingkat satu hingga empat di TNI untuk menyiapkan sarana dan prasarana dalam menangani pasien virus corona. Sehingga, kata Hadi, jika ada masyarakat yang positif terpapar virus corona bisa langsung masuk ke rumah sakit TNI.
 
"Saat ini 109 rumah sakit TNI dari tingkat satu, dia, tiga dan empat di seluruh Indonesia sedang kami siapkan sebagai ruang isolasi yang bisa tampung 10-30 pasien virus corona," ujarnya.
 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia