Kemenkominfo Jamin Kualitas Jaringan dan Bandwith Selama Pandemi Corona

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate memberikan keterangan saat konferensi pers Komunikasi Publik Penanganan Virus Corona di Jakarta, Senin (3/2). - JIBI/Bisnis.com/Arief Hermawan P
16 Maret 2020 22:07 WIB Rahmad Fauzan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan penyelenggara operator seluler dan platform digital lainnya menjamin masyarakat dapat bekerja, belajar, dan beribadah di rumah secara lancar selama pandemi Corona.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan beberapa langkah yang akan diambil oleh penyelenggara jaringan di antaranya penyediaan kapasitas bandwith dan peningkatan kualitas layanan.

Dia mengklaim penyediaan bandwith tambahan dan peningkatan kualitas layanan bagi perusahaan telekomunikasi seluler bukanlah hal yang baru, sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan dengan baik jika terjadi lonjakan lalu lintas dan penggunaan data.

"Hal ini biasanya juaga dilakukan pada hari raya atau event nasional dan internasional. Bahkan jika ada bencana ada deployment infrastruktur, optimum use berapa dan traffic paling tinggi di mana, secara teknis akan dilakukan penyelenggara," ujar Johnny di Gedung Kemenkominfo di Jakarta (16/3/2020).

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan penambahan kapasitas bandwith operator akan berlangsung secara bertahap. Dengan demikian ketika terjadi lonjakan lalu lintas dan penggunaa data maka kualitas jaringan internet akan terjaga.

"Perusahaan akan menyiapkan jaringan sebaik mungkin. Perbaikan sudah disiapkan sejak Jumat (13/3/2020), tapi euforia download-nya sangat banyak," ujarnya.

Selain itu, dalam kerja sama tersebut pemerintah juga melakukan upaya penangkalan berita hoaks.

Mengenai temuan hoaks mengenai virus corona yang dipantau Tim Ais Kementerian Kominfo, Johnny menyebut sampai saat ini sudah ada 232 isu hoaks terkait dengan virus corona. Termasuk hoaks mengenai Presiden Joko Widodo  terrkena virus corona.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia