Advertisement
Libur Sekolah untuk Kendalikan Corona, Warga Jangan Malah Keluyuran
Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Wabah Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers di Istana Presiden, Jakarta, Sabtu (7/3/2020). - JIBI/Bisnis.com/Rayful Mudassir
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah meminta libur sekolah selama dua pekan tak dimanfaatkan oleh warga masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah secara berlebihan.
Juru bicara penanganan virus Corona atau Covid-19 untuk Indonesia Achmad Yurianto mengatakan kebijakan libur sekolah selama dua pekan harus dilihat melalui kaca mata pemerintah.
Advertisement
"Karena libur persepsi anak sekolah beda dengan libur persepsi maunya pemerintah. Tadi sebelum berangat ke sini [Kantor Presiden], di rumah saya ramai ternyata anak-anak libur sedang bermain bola. Padahal maksud kita libur itu adalah persepsi orang tua agar anak jangan keluyuran," kata Yuri di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (15/3/2020).
Sejumlah daerah telah mengeluarkan kebijakan libur sekolah selama dua pekan. Beberapa daerah yang telah menyampaikan kebijakan itu di antaranya DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kota Solo, Tangerang, Bandung hingga Kota Bogor.
Sejumlah wilayah juga mulai mempertimbangkan penundaan pelaksanaan ujian nasional mengingat persebaran wabah Corona yang kian luas. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan keleluasaan bagi daerah menentukan jadwal ujian tersebut.
Mendikbud Nadiem Makarim menyatakan akan mendukung keputusan pemerintah daerah terkait libur sekolah dan penundaan ujian. Meski tiap daerah mengalami kondisi berbeda, Nadiem tetap meminta agar diutamakan keselamatan murid dan guru.
Di sisi lain, pemerintah menyarankan agar masyarakat mengurangi potensi penularan wabah ini. Misalnya di lingkungan masjid, jemaah dapat menggulung alas salat dari masjid. Jemaah disarankan membawa sajadah sendiri dan membersihkan lantai masjid usai salat.
"Di beberapa perusahaan swasta juga mengatur waktu masuk karyawannya artinya beberapa perusahaan kalau Anda bekerjanya sehari 8 jam ya 8 jam tidak harus semuanya mulai jam 7 semua. Karena implikasinya adalah nanti angkutan massal akan terlalu penuh," terang Yuri.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat dapat melakukan aktivitas pekerjaan, belajar dan ibadah di rumah. Langkah ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.
"Dengan kondisi ini saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah, inilah saatnya bekerja bersama-sama saling tolong menolong dan bersatu padu gotong-royong," kata Jokowi di Istana Presiden, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020).
Jokowi mengatakan bahwa upaya tersebut dapat menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah virus Corona dapat ditangani dengan maksimal oleh pemerintah.
Data per Minggu (15/3/2020) siang, pemerintah menyebut adanya penambahan 21 orang positif Corona. Artinya jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 mencapai 117 orang. Lima dinyatakan meninggal dunia dan delapan orang sembuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bos Mossad ke AS, Konsultasi Soal Iran dan Potensi Serangan
- BRIN Jelaskan Penyebab Sinkhole Marak di Indonesia
- OKI Kecam Penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh Pejabat Israel
- Prancis Tegaskan Greenland Bukan Milik AS di Tengah Klaim Trump
- Akun Instagram Laras Faizati Dimusnahkan, iPhone 16 Disita Pengadilan
Advertisement
Waspada Super Flu, Kampus Diminta Perkuat Edukasi Kesehatan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: Duel Putri di GOR Voli Sumut
- Meizu 22 Air Batal Rilis, Harga RAM Global Jadi Penyebab
- Outlander PHEV 2026 Meluncur, Jarak Tempuh Listrik Naik 18 Persen
- Trump Pertimbangkan Operasi Khusus AS Hantam Kartel Fentanyl
- Miliano Jonathans Dibidik Excelsior
- Piala AFF 2026: Bergson Da Silva Berpeluang Bela Malaysia
- KPK Duga Biro Haji Beri Uang ke Pengurus PBNU
Advertisement
Advertisement




