Tangkal Corona, Sekolah Diimbau Sediakan Hand Sanitizer sampai Tunda Kemah

Foto ilustrasi. - Antara Foto/Novrian Arbi
08 Maret 2020 09:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati News Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Menghadapi masuknya virus Corona (Covid-19) di Indonesia, Kantor Staf Presiden (KSP) memberikan arahan untuk dunia pendidikan. 

Dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (7/3/2020), Dinas Pendidikan diharapkan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengetahui rencana atau kesiapan daerah setempat dalam menghadapi COVID-19.

Sarana untuk cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol (hand sanitizer) juga perlu disiapkan di berbagai lokasi strategis di sekolah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.

Dinas Pendidikan juga perlu menginstruksikan kepada warga sekolah untuk melakukan cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol, dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya seperti makan jajanan sehat, menggunakan jamban bersih dan sehat, olahraga yang teratur, tidak merokok, dan membuang sampah pada tempatnya.

Selain itu perlu membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin (minimal sekali sehari) dengan desinfektan, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, meja, keyboard dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan. Memonitor absensi atau ketidakhadiran warga sekolah. Jika diketahui tidak hadir karena sakit dengan gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau sesak nafas disarankan untuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri.

Imbauan kepada warga sekolah yang sakit dengan gejala demam/batuk/ pilek/ sakit tenggorokan/ sesak napas untuk mengisolasi diri di rumah dengan tidak banyak kontak dengan orang lain juga perlu diberikan. 

Dinas Pendidikan tidak boleh memberlakukan hukuman atau sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit, serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran (jika ada). (Dalam hal ini bukan kewenangan Kementerian Kesehatan untuk menetapkan, sehingga Kementerian Kesehatan tidak memberikan masukan). 

Jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang berkaitan dengan pernapasan, Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.

Mengalihkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada tenaga kependidikan lain yang mampu juga perlu dilakukan. Hal ini bukan kewenangan Kementerian Kesehatan untuk menetapkan, sehingga Kementerian Kesehatan tidak memberikan masukan. 

Pihak institusi pendidikan harus bisa melakukan skrining awal terhadap warga pendidikan yang punya keluhan sakit, untuk selanjutnya diinformasikan dan
berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Makanan yang disediakan di sekolah juga harus dipastikan merupakan makanan yang sehat dan sudah dimasak sampai matang.

Dinas Pendidikan perlu mengimbau seluruh warga sekolah untuk tidak berbagi makanan, minuman, termasuk peralatan makan, minum dan alat musik tiup yang akan meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit serta menginstruksikan kepada warga sekolah untuk menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya.

Sekolah perlu menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar sekolah seperti berkemah dan studi wisata. Melakukan skrining awal berupa pengukuran suhu tubuh terhadap semua tamu yang datang ke institusi pendidikan.

Warga sekolah dan keluarga yang berpergian ke negara dengan transmisi lokal Covid-19 (Informasi daftar negara dengan transmisi lokal COVID-19 dapat diakses di www.covid19.kemkes.go.id) dan mempunyai gejala demam atau gejala pernapasan seperti batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak napas diminta untuk tidak melakukan pengantaran, penjemputan, dan berada di area sekolah.