Hujan Abu Merapi Berdampak pada Pengerjaan Flyover Purwosari Solo

06 Maret 2020 13:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLO - Hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2020) lalu membuat pekerjaan flyover Purwosari Solo sempat terhenti selama beberapa jam.

Namun, setelah itu pekerjaan kembali berjalan normal. Penghentian sementara pekerjaan flyover Purwosari Solo itu demi menjaga keselamataan dan kesehatan para pekerja. Informasi yang diperoleh Solopos.com, pekerjaan flyover Purwosari Solo telah mencapai 7,6% pada Minggu (1/3/2020) lalu.

Manajer Pelaksana Proyek Flyover Purwosari, Muh. Rivai Miraj, kepada Solopos.com, Kamis (5/3/2020), mengatakan hujan abu tidak berdampak pada teknis pelaksanaan proyek pembangunan.

Hanya, demi faktor keselamatan dan kesehatan pekerja proyek sempat dihentikan beberapa jam. Setelah gerimis mengguyur Kota Solo, Selasa, pekerjaan lantas dimulai kembali.

“Pengerjaan bore pile pekan ini selesai lalu dilanjutkan pengerjaan pengecoran mortar busa. Sejak, Rabu [4/3/2020] lalu pengerjaan mortar busa sudah dimulai, namun volume mortar busa besar baru mulai Kamis ini,” ujar Rivai.

Ia menambahkan pengerjaan mortar busa dalam volume besar dikerjakan di sisi timur proyek pembangunan atau di kawasan diler Honda Kurnia Kasih.

Sementara di bagian barat pengerjaan mortar busa menunggu pekerjaan pembangunan dinding flyover selesai. Pembangunan dinding flyover sebelah timur rel hampir selesai.

Menurutnya, pada Jumat (6/3/2020) pengerjaan bore pile menyisakan 12 lokasi dari total 123 bore pile. Ke-12 lokasi bore pile yang sedang dikerjakan berada di sekitar perlintasan kereta api sisi barat dan sisi timur kawasan Bank Mayapada.

Menurutnya, proses pengerjaan bore pile di sisi barat perlintasan kereta api sebelumnya sempat terhambat. Hal itu dikarenakan pekerja harus memindahkan pipa-pipa milik PDAM Solo di area perlintasan kereta api itu.

Pembangunan flyover Purwosari menjadi salah satu dari sekian fasilitas umum yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Proyek dengan anggaran hingga Rp104 miliar dari pemerintah pusat itu ditargetkan rampung Desember tahun ini.

Sumber : Solopos.com