Gelombang Laut Selatan DIY Diperkirakan Naik hingga 6 Meter

Ilustrasi gelombang di pantai. - JIBI
04 Maret 2020 18:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, CILACAP-Gelombang pantai selatan Jawa termasuk wilayah DIY dilaporkan naik.

Tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta berpeluang mencapai enam meter, kata analis cuaca BMKG Stasiun Meterologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan.

"Peningkatan tinggi gelombang ini dipicu oleh pusat tekanan rendah yang sebesar 1.008 hPa di Samudra Hindia barat Bengkulu dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur," katanya di Cilacap, Jateng, Rabu (4/3/2020) sore.

Selain itu, kata dia, pola angin di wilayah selatan Indonesia umumnya dari barat-utara dengan kecepatan 5-35 knot.

Dia mengatakan kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Jabar dan Laut Jawa bagian barat.

Ia mengatakan kondisi itu mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

"Oleh karena itu, Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY yang berlaku hingga hari Kamis (5//20203) dan akan segera diperbarui jika ada perkembangan," katanya.

Rendi mengatakan tinggi gelombang 2,5-4 meter yang masuk kategori tinggi berpeluang terjadi di perairan selatan Sukabumi, perairan selatan Cianjur, perairan selatan Garut, perairan selatan Tasikmalaya, perairan selatan Pangandaran, perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, perairan selatan Purworejo, dan perairan selatan Yogyakarta.

Tinggi gelombang 4-6 meter yang masuk kategori sangat tinggi berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jabar, Samudra Hindia selatan Jateng, dan Samudra Hindia selatan DIY.

Terkait dengan hal itu, dia mengimbau nelayan dan semua pihak yang melakukan aktivitas di laut untuk tetap memperhatikan informasi prakiraan tinggi gelombang yang dikeluarkan BMKG sebelum berangkat melaut, khususnya yang berkaitan dengan risiko angin kencang dan gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil agar mewaspadai angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter.

Selain itu, operator tongkang diimbau agar mewaspadai angin dengan kecepatan lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Kapal feri juga diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, sedangkan kapal ukuran besar, seperti kapal kargo atau pesiar, diimbau waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter.

Sumber : Suara.com