Pemerintah RI Karantina 2 Warga Batam Anak Buah WN Singapura yang Kena Corona

Seorang petugas berjas pelindung memeriksa suhu seorang penumpang yang tiba di Stasiun Xianning Utara, di Xianning, sebuah kota yang berbatasan dengan Wuhan di utara, di provinsi Hubei, China 24 Januari 2020. - REUTERS - Martin Pollard
03 Maret 2020 08:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BATAM- Kasus virus Corona atau Covid-19 menjadi kewaspadaan di Tanah Air. Dua warga negara Singapura yang disebut memiliki riwayat perjalanan ke Batam, dinyatakan positif mengidap virus corona Covid-19.

Sebagai tindak lanjut, sopir dan asisten rumah tangga yang bekerja kepada WN Singapura di Batam, Kepulauan Riau, langsung menjalani karantina di kediamannya masing-masing.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono menjelaskan, kedua orang tersebut dikarantina karena melakukan kontak terdekat dengan WN Singapura yang positif virus corona.

"Jadi yang terdekat itu satu supir dan satu PRT orang Indonesia, langsung dikarantina," kata Anung di Kantor Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2020).

Ia mengatakan, sampel spesimen sopir dan ART tersebut juga sudah diambil untuk diperiksa di laboratorium.

Anung mengatakan, hasil pemeriksaan sampel kedua orang tersebut diharapkan diterbitkan Selasa (3/3) besok.

Namun, Anung mengungkapkan, kondisi kesehatan kedua orang tersebut sementara ini baik-baik saja dalam masa karantina.

“Tidak ada keluhan ataupun gejala-gejala yang menjurus pada terinfeksi Covid-19,” kata dia.

Untuk diketahui, dua orang warga Singapura di Batam dinyatakan positif virus corona.

Keduanya memiliki riwayat perjalanan ke Batam, yaitu tanggal 20-23 Februari melalui Pelabuhan International Batam Centre.

Waspada corona

Setelah DKI Jakarta, kini Kota Batam, Kepulauan Riau, ikut menaikkan status kesehatan daerahnya menjadi waspada terhadap penularan virus corona Covid-19.

Itu setelah dua orang warga Singapura di Batam dinyatakan positif virus corona.

Keduanya memiliki riwayat perjalanan ke Batam, yaitu tanggal 20-23 Februari melalui Pelabuhan International Batam Centre.

Atas temuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana menetapkan status Batam mejadi waspada.

“Waspada itu merupakan status di atas satu tingkat dari kondisi yang stabil,” ujar Tjetjep.

Kalau ditemukan kasus positif di Batam, Tjetjep mengatakan bisa saja statusnya meningkat menjadi kesiapsiagaan.

Namun sejauh ini belum ditemukan warga yang positif terjangkit. Hanya, 15 orang kini sedang menjalani karantina dan pemantauan karena mereka kontak langsung dengan WN Singapura yang dinyatakan positif sebelumnya.

Saat ini, Kota Batam bisa dikategorikan yellow zone (zona kuning), karena dekat dengan daerah transmisi yaitu negara Singapura.

“Sedangkan di Singapura masih orange code, artinya masih bisa teratasi,” jelas Tjetjep.

Saat ini, pihaknya dan stakeholder lainnya akan mengambil langkah-langkah teknis, yaitu penguatan surveilans dengan menelusuri seluruh kontak terdekat (closed contact) warga negara singapura yang positif Covid-19.

Kemudian penguatan jalur informasi dari puskesmas dan fasilitas kesehatan terhadap pasien dengan gejala Covid-19.

“Gejalanya itu berupa, demam, batuk, sakit tenggorokan, dan sesak nafas,” jelas Tjetjep.

Kemudian menyiapkan fasilitas observasi bagi orang dalam pantauan (ODP), termasuk tenaga pemantau, akomodasi, dan fasilitas pendukung lain.

Serta kesiapsiagaan rumah sakit rumah sakit rujukan Covid-19, baik itu Sumber Daya Manusia (SDM), Alat Pelindung Diri (APD), alat dan bahan serta sarana prasaran pendukung lainnya.

“Yang paling penting itu, menjaga kesehatan, penguatan daya tahan tubuh untuk melawan virus, makan makanan berserat serta rajin berolahraga,” kata Tjetjep.

Sumber : Suara.com