Prabowo Sebut Rp700.000, Faktanya Upah Kupas Bawang Cuma Rp2.000
Upah kupas bawang Rp700.000 per kilogram disebut Prabowo. Di Pasar Legi Solo, jasa kupas bawang ternyata sekitar Rp2.000 per kilogram
Ganjar Pranowo. /Antarafoto
Harianjogja.com, SEMARANG— Virus Corona dinilai bisa menjadi berkah buat masyarakat.
Merebaknya virus corona atau Covid-19 di mancanegara, membuat Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menggelar rapat koordinasi antisipasi dampak negatif virus corona di Semarang, Jumat (28/2/2020) lalu.
Ganjar Pranowo mengaku optimis bisa mengubah musibah corona menjadi berkah. Pihaknya akan memanfaatkan kekuatan dalam negeri untuk melawan virus tersebut.
“Jadi dari musibah [virus corona] kami jadikan barokah. Dengan cara apa? Kekuatan dalam negeri, kalau perlu perguruan tinggi, lembaga riset kami libatkan,” jelas Ganjar Pranowo dalam keterangan tertulisnya di situs resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), jatengprov.go.id, Jumat.
Imbas merebaknya virus corona berakibat perekonomian di berbagai daerah lesu. Tetapi, hal tersebut tidak membuat Ganjar Pranowo pesimis. Ia justru yakin Jateng bisa bertahan dengan kondisi yang seperti ini.
Salah satu dampak virus corona ini dirasakan pengusaha tekstil yang mengandalkan kapas dari China. Di mana saat ini pasokan kapas dari China sangat susah efek dari virus corona. Hal serupa juga dialami oleh pengusaha mebel yang saat ini mengandalkan sekrup dari China.
Hal ini membuat suami dari Siti Atikoh itu memutar otak mencari solusi agar pengusaha di Jateng masih bisa berproduksi dengan lancar.
“Kami akan coba carikan, bahkan saya tadi tawarkan, engselnya kayak apa to. Jangan-jangan ini bisa kami lakukan. Kami cari bahan bakunya secara nasional kemudian kami minta saja pakai itu. SMK [Sekolah Menengah Kejuruan], workshop, perusahaan, gawekno sing ngene iki, tunggoni [buatkan yang seperti ini, ditunggu],” lanjut Ganjar.
Selain mengandalkan bahan baku dalam negeri, Ganjar Pranowo mendorong pengusaha untuk mencari bahan baku dari negara lain selain China, salah satunya dari Jepang.
Ganjar Pranowo bercerita bahwa Jepang adalah salah satu negara tertinggi kedua target ekspor barang dari Jateng. Negara matahari terbit ini berpotensi untuk menggantikan China.
“Jepang ini menjadi suatu yang menarik. Barusan saya ditelepon oleh wakil ketua dewan, saya diminta bicara dengan Kadin Jepang untuk pertemuan dengan duta besar Jepang yang ada di Indonesia. Saya diminta untuk memaparkan Jawa Tengah,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Upah kupas bawang Rp700.000 per kilogram disebut Prabowo. Di Pasar Legi Solo, jasa kupas bawang ternyata sekitar Rp2.000 per kilogram
Komisi D DPRD Jogja mendesak kejelasan mekanisme dan penganggaran Posyandu usai aturan Kemendagri terkait enam SPM memicu kebingungan daerah.
Sleman City Hall (SCH) menghadirkan rangkaian program dan aktivitas sepanjang Agustus 2026 melalui tema “YouthNited Nation”
Bareskrim Polri mengungkap kasus TPKS oleh pelatih panjat tebing HB terhadap lima atlet putri. Tersangka dijerat UU TPKS dan terancam pidana tambahan
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Karhutla Indonesia mencapai 202.004 hektare hingga Juli 2026, melampaui 2019 dan 2023. El Nino kini masuk kategori sangat kuat.