Alasan Pemerintah Bayar Influencer Rp72 Miliar: BTS Kan Mahal Banget

Nelayan melintas saat matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018). - Antara/Indrianto Eko Suwarso
26 Februari 2020 20:07 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah akan mengajak influencer yang punya pengaruh besar di media sosial untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

Total alokasi anggaran promosi pariwisata sebesar Rp72 miliar. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan belum menghitung porsi anggaran untuk para influencer karenaakan tergantung nilai kontrak dengan orang-orang yang memiliki pengaruh sosial di bidangnya.

Kan lagi dihitung benar. Kan influencer harganya beda-beda. Misal BTS [boy band Korea Selatan] kan mahal banget,” katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Wishnutama menjabarkan ada beberapa influencer dari sejumlah negara yang menjadi incaran, seperti Amerika Serikat, India, Australia, dan Timur Tengah. Negara tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendatangkan devisa ke Indonesia.

Menurutnya sejauh ini yang paling realistis adalah Australia. Negara tersebut dari segi lokasi cukup dekat dengan Indonesia. “Paling mudah kalau bisa Australia dulu lah. Visitor banyak, lima sampai enam jam [penerbangan] sudah sampai Indonesia,” katanya.

Adapun secara total pemerintah menyiapkan Rp298 miliar untuk menarik wisatawan mancanegara. Pemerintah menilai insentif ini akan mendatangkan 736.000 wisatawan asing. Seluruh wisatawan tersebut akan menghasilkan devisa sekitar Rp13 triliun.

“Kurang lebih kami targetkan yang ASPA [average spending per arrival]di atas US$1.700 per kunjungan, sehingga punya dampak ekonomi yang besar buat indonesia,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya Wishnutama sempat menjabarkan Indonesia berpotensi kehilangan US$2,8 miliar atau Rp38,2 triliun akibat wabah virus Covid-19. Hal ini buntut dari penutupan penerbangan langsung dari dan ke China.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia