Daripada Puan, Gerindra Lebih Pilih Pasangkan Prabowo dan Anies Baswedan di Pilpres 2024

Peserta pemilihan presiden 2019 Joko Widodo (kanan), dan Prabowo Subianto, bersalaman di sela-sela pengambilan nomor urut di Komisi Pemilihan Umum Jakarta, Jumat (21/9/2019). - Bisnis/Dwi Prasetya
24 Februari 2020 20:57 WIB News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Meski 2024 masih jauh, politisi di tingkat Pusat mulai membahas pemilihan presiden.

Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J. Mahesa menilai ada kecocokan antara Ketum mereka, Prabowo Subianto dengan Anies Baswedan untuk berpasangan sebagai capres dan cawapres pada tahun 2024.

Hal itu merujuk dari hasil survei Indo Barometer yang menempatkan Prabowo di peringkat teratas sebagai kandidat terkuat capres 2024 dan Anies di posisi kedua. Dasmond menilai keduanya lebih baik berpasangan ketimbang harus menjadi rival sebagai capres.

"Paling bagus menurut saya, Prabowo presiden, Anies wapresnya, nah bagus tuh. Dua-duanya saya kenal. Selain kenal, dua-duanya punya kapasitasnya kan," kata Desmond di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Anggota DPR dari fraksi Gerindra kemudian menilai survei Indo Barometer dalam simulasi pasangan capres yang menyebut bahwa pasangan Prabowo - Puan Maharani unggul dibanding lainnya, Desmond tidak menggubris.

"Itu baca lain, baca saya boleh dong berbeda," kata Desmond.

Untuk diketahui, nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ternyata masih menduduki papan atas sebagai kandidat kuat untuk capres pada Pilpres 2024. Hal itu ditujukan dari hasil survei yang dilakukan oleh Indo Barometer.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengatakan Prabowo menjadi yang teratas dari simulasi 22 nama kandidat dalam survei yang dilakukan.

Prabowo berada di peringkat pertama dengan hasil survei 22,5 persen, yang kemudian dibayangi Anies Baswedan di posisi kedua dengan 14,3 persen, Sandiaga Uno 8,1 persen, Ganjar Pranowo 7,7 persen, dan Tri Rismaharini 6,8 persen.

Namun, kata Qodari, keunggulan yang diraih Prabowo tersebut terjadi lantaran nama Joko Widodo tidak masukan. Mengingat, Jokowi sudah dua periode menjabat sehingga tidak lagi bertarung di Pilpres 2024.

"Keunggulan Prabowo terjadi jika tidak ada nama Jokowi. Jika nama Jokowi masuk ke dalam simulasi 23 nama maka Jokowi masuk urutan pertama dengan angka 32.2 persen, kemudian disusul Prabowo Subianto 17.5 persen, Anies Baswedan 9.7 persen, Sandiaga Salahuddin Uno 6.1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4.3 persen, Tri Rismaharini 3.6 persen," kata Qodari di Hotel Century, Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Sumber : Suara.com