WNI di Kapal Pesiar Akan Dipulangkan karena Corona, Natuna Tidak Keberatan Jadi Lokasi Observasi Lagi

Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, China menyapa warga dari dalam pesawat udara sebelum tinggal landas usai menjalani masa observasi di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (15/2/2020). - Antara
24 Februari 2020 14:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BATAM — Warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi penumpang atau awak kapal pesiar yang menjadi tempat penularan COVID-19 dipulangkan ke Tanah Air. Pemerintah Kabupaten Natuna menyatakan tidak keberatan daerahnya kembali menjadi tempat observasi bagi mereka asal pemerintah pusat sudah memastikan mereka dalam keadaan sehat.

"Kalau orang sehat tak apa. Orang sehat ya kita terima. Itu hanya persyaratan harus diobservasi aja. Tidak ada masalah," kata Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal usai Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Provinsi Kepri di Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (24/2/2020).

Ia mengatakan bahwa sampai saat ini Pemerintah Kabupaten belum menerima pemberitahuan dari pemerintah pusat terkait rencana observasi terhadap WNI yang dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess maupun World Dream.

"Belum pasti, apakah di Natuna atau di mana," kata dia.

Ia juga mengemukakan bahwa warga Natuna berharap pemerintah lebih memperhatikan kesehatan mereka setelah pelaksanaan observasi terhadap WNI yang dievakuasi dari Wuhan, kota yang menjadi pusat wabah COVID-19 di China, di Hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna.

"Pemerintah berkomitmen membangun, apakah itu rumah sakit baru, atau meningkatkan fasilitas rumah sakit, menambah tenaga medis. Kayaknya udah ada komitmen. mudah-mudahan bisa," kata dia.

Sebagaimana Bupati, Ketua DPRD Natuna Andes Putra mengatakan bahwa Natuna tidak masalah menjadi tempat observasi bagi WNI yang kondisinya sehat.

"Kalau memang WNI sehat seperti dulu, tidak masalah," kata dia.

Pemerintah berencana melakukan observasi terhadap WNI yang dievakuasi dari kapal Diamond Princess dan World Dream di Sebaru, Kepulauan Seribu, menurut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Sumber : Antara