Rumah Ketum PA 212 Diteror, Pelaku Kabur Gunakan Motor Tanpa Helm

Ist
19 Februari 2020 06:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Aksi teror terjadi di rumah Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif yang berada di Jalan Gatot Kaca RT08/RW03, Harjamukti Cimanggis, Depok, kota Depok. Rumah itu dilempari batu oleh orang tak dikenal.

Aksi teror pelamparan batu tersebut dilakukan pelaku sebanyak dua kali sekira pukul 03.10 WIB dan pukul 05.00 WIB, Selasa, 18 Februari 2020.

Tetangga korban Iyusnah (59) mengaku kaget mendengar suara keras yang berasal dari luar rumah pada pukul 03.10 WIB dinihari. Ia pun sonatak terbangun dari tidurnya melihat keadaan di luar.

"Suaranya keras banget saya pikir etalase dagangan saya pecah ternyata saya liat tidak dan saya kembali kedalam rumah," ucapnya dia di rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian, Selasa (18/2/2020).

Wanita penjual makanan itu mengungkapkan, bahwa saat itu dirinya belum mengetahui jendela kaca rumah sebelah rumahnya sudah pecah dan berserakan akibat dilempar batu oleh Orang Tak Dikenal (OTK).

Akan tetapi usai salat subuh ketika merapihkan makanan yang akan dijual tepat di teras rumahnya, Iyusnah kedua kalinya dibuat terkejut lantaran suara keras dari samping rumahnya.

"Saya lagi rapihin dagangan di teras rumah, waktu sudah pukul 05.00 WIB. Tapi pas mau ke dapur mau ambil makan buat ditaruh etalase dengar suara keras lagi. Sampe kaget," tururnya.

Tak hanya saya, Adnan Ibnu Kasogi (25) selaku putranya langsung terbangun dari tidur dan melihat keluar dari jendela kamar. Pada saat bersamaan dua orang pria melintas menaiki motor matik warna putih. Tanpa rasa bersalah kedua orang tersebut melintas dengan santai tanpa menggunakan helm.

"Kedua orang itu diduga sebagai pelaku pelemparan batu di rumah sebelah (rumah Slamet). Tapi perawakan, nopol motor dan wajah dua orang itu tidak tau karena masih setengah sadar," jelas Iyusnah seraya meniru perkataan anaknya.

Setelah pemilik rumah kembali dari masjid usai menjalankan salat subuh, Iyusnah baru menyadari jika dua kali suara keras yang didengarnya merupakan aksi teror pelamparan batu ke rumah Slamet Maarif.

"Pak ustad Slamet pulang dari masjid saya baru tau kondisi lingkungan juga sudah mulai ramai," pungkasnya.

Sementara itu, pemilik rumah Slamet Maarif mengaku aksi teror dirumahnya terkait dengan rencana aksi 212 dengan mengangkat isu terkait korupsi di seluruh Indonesia, pada Jumat 21 Februari 2020, pekan ini.

Aksi itu diantaranya menyoroti kasus dugaan suap PAW anggota DPR yang melibatkan eks caleg PDIP Harun Masiku dan eks komisioner KPU Wahyu Setiawan. Nantinya mereka juga menyinggung kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Sumber : Okezone