Advertisement
Gibran Rakabuming Optimistis Turunkan Angka Penolakan Warga Atas Pencalonannya di Pilkada Solo
Gibran Rakabuming Raka (kiri) melipat kain batik bergambar ayahandanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat blusukan Beteng Trade Center (BTC) Solo, Senin (17/2/2020) siang. - Solopos/Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO -- Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, menanggapi hasil survei Indo Barometer belum lama yang menyebut ada 23,7 persen responden yang tidak menerima pencalonan Gibran sebagai wali kota di Pilkada Solo 2020.
Ia optimistis bisa mengikis persentase jumlah warga yang menolak pencalonannya. Gibran mengaku belum membaca secara mendetail tentang hasil survei itu. Tapi menurut dia hasil survei itu tidak jauh berbeda dibanding survei tim internalnya.
Advertisement
Dia bertekad terus berusaha meningkatkan akseptabilitas dirinya hingga mencapai lebih dari 80 persen. Begitu pula dengan elektabilitasnya.
“Soalnya saya kan baru dua hingga tiga bulan ini jalan [blusukan]. Kalau lebih sering bertemu warga, lebih sering blusukan, mestinya bertambah lagi [akseptabilitasnya],” kata dia saat ditemui wartawan di sela-sela blusukan di BTC Solo, Senin (17/2/2020).
BACA JUGA
Dengan terus blusukan dan interaksi dengan masyarakat Gibran berharap persentase penolakan masyarakat semakin turun. Berdasarkan survei Indo Barometer masih ada 23,7 persen masyarakat yang menolak pencalonan Gibran sebagai cawali Solo.
Penolakan tersebut karena Gibran dinilai belum mempunyai cukup pengalaman mengelola sebuah kota dan tak ingin lahir dinasti politik.
“Kalau saya terus keliling dan memaparkan visi misi program ya harapannya masyarakat bisa mulai mengerti,” urai dia.
Survei yang dilakukan tim internalnya, menurut Gibran, mencakup semua aspek, seperti popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas. Bahkan angka survei tersebut meliputi pemetaan di tingkat rukun warga (RW), rukun tetangga (RT), dan tempat pemungutan suara (TPS).
Disinggung kapan rekomendasi cawali-cawawali Solo akan turun, Gibran mengaku tidak tahu. Dia hanya bisa menunggu sembari terus blusukan dan menjaring aspirasi sebanyak-banyaknya dari masyarakat untuk melengkapi visi, misi, dan programnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang
- Kejagung: Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terima Suap Rp1,5 Miliar
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
- Kecelakaan Beruntun di Jalur Ngawi-Mantingan, Truk Tabrak Bus Mira
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Jejak Pencuri Gamelan di Jogja Terungkap Setelah Aksi Kedua
- Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- SPPG Didesak Tanggung Jawab Penuh Kasus Keracunan di Bantul
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
- Mi Lethek Jogja Punya Keunggulan untuk Kesehatan, Ini Kata BRIN
Advertisement
Advertisement









