Corona Belum Reda, 1.821 WNI Masih Ada di China

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari kesembilan di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (10/2/2020). - Antara/M Risyal Hidayat
14 Februari 2020 22:47 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri mencatat 1.821 warga negara Indonesia masih berada di China. Tiga di antara mereka berada di wilayah karantina akibat penyebaran wabah virus Corona di negara itu.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan saat ini terdapat 1.821 WNI di China. Mayoritas berada di luar kota yang dikarantina otoritas negara itu.

“[Mayoritas] WNI di RRT saat ini tinggal di luar kota-kota yang dikarantina kecuali 3 mahasiswa di Provinsi Hubei,” kata Judha melalui pesan singkat kepada Bisnis, Jumat (14/2/2020).

Ketiga mahasiswa tersebut adalah WNI yang gagal diberangkatkan ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau pada 1 Februari lalu. Saat ini Kedutaan Besar RI di Beijing terus memberi dukungan termasuk logistik kepada ketiganya.

“Untuk WNI di luar wilayah karantina, pada dasarnya bebas bergerak termasuk jika ingin pulang ke Indonesia,” ujar Judha.

Sebelumnya Pemerintah telah mengevakuasi 238 WNI dari Provinsi Hubei, China. Ketiganya ditempatkan di Kabupaten Natuna untuk menjalani masa observasi selama 14 hari. Ketentuan itu sesuai dengan standar organisasi kesehatan dunia (WHO).

Berdasarkan jadwal karantina tersebut, selanjutnya mereka akan diterbangkan ke Jakarta pada 15 Februari 2020 lantas dipulangkan ke wilayah asalnya masing-masing.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan bahwa saat ini episentrum wabah Corona di Provinsi Hubei China mulai stabil. Pemerintah berharap kondisi ini lekas membaik. Kemlu juga terus menjalin komunikasi dengan KBRI.

“Misalnya yang di Hongkong kemarin kita juga membantu membagi masker dan sebagainya,” ujar Menlu.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia