Megah, Seperti Ini Gambaran 4 Gerbang yang Akan Dibangun Untuk Ikon Masuk Borobudur

Ilustrasi. - Antarafoto
04 Februari 2020 03:47 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG-- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun empat pintu gerbang yang akan menjadi ikon menuju Candi Borobudur. Pembangunan ini sebagai bagian dari penataan Kawasan Strategis Nasional (KSN).

Dari empat lokasi itu, salah satu di antaranya di Provinsi DIY yakni di Klangon, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang Kulonprogo sebagai pintu masuk dari bandara YIA. Tiga lainnya di Kabupaten Magelang Jawa Tengah, terdiri dua di Kecamatan Mungkid yakni Palbapang sebagai pintu masuk dari Jogja dan di Blondo sebagai pintu masuk dari Semarang.

Terakhir, pintu gerbang di Kembanglimus Borobudur yang akan menjadi pintu masuk dari Jawa Tengah bagian selatan. Di setiap gerbang tersebut nantinya akan dipasang ikon penanda masuk ke kawasan Candi Borobudur.

Kasatker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah 1 Provinsi Jawa Tengah Direktorat Jenderal Cipta Karya  Kementerian PUPR, Dwiatma Singgih Raharja Sabaris mnejelaskan pembuatan pintu gerbang ini merupakan upaya membangkitkan kawasan sekitar Candi Borobudur agar warga sekitarnya bisa mendapatkan dampak keberadaan benda cagar budaya tersebut.

"Kami sudah mengidentifikasi titik-titik strategis untuk memberikan identitas. Dari Semarang di Blondo nanti akan dibangun gerbang dengan ikon Kalpataru, di Palbapang dari Jogja ada ikon Singa, di Kembanglimus ada gerbang Gajah dan Klangon ada gerbang Samodraraksa," jelasnya, dalam sosialisasi di Magelang, Senin (3/2/2020).

Selain punya identitas, pintu gerbang yang akan dilintasi wisatawan menuju Borobudur ini akan dilengkapi tempat parkir dan sarana pendukung seperti toilet, pusat souvenir dan kuliner sehingga harapannya bisa memberikan dampak pada masyarakat sekitar.

Proyek ini akan menghabiskan anggaran Rp118 miliar untuk bangunan gerbang, namun diperkirakan masih akan ditambah hingga Rp50 miliar untuk pembebasan lahan. Saat ini, katanya, proses di Bidang Ciptakarya Kementerian PUPR sudah masuk lelang, dan diharapkan pertengahan tahun bisa mulai.

Singgih menjelaskan masing-masing gerbang ukuran sekitar 1.300 meter persegi. Yang paling besar gerbang Gajah di Kembanglimus seluas 2 hektare (ha), sedangkan di Palbapang sekitar 5.000 meter persegi.

Anggota DPR RI, Komisi V Dapil VI Jateng yang wilayahnya termasuk kawasan Borobudur, Sujadi, menjelaskan Borobudur ditetapkan oleh Presiden sebagai super kawasan strategis nasional bidang pariwisata. Salah satu program yang menjadi mitranya adalah penyiapan empat pintu gerbang Borobudur.

"Untuk pelaksanannya, pertama yang masuk dari Sentolo di Klangon masuk Kulonprogo. Syukur bupatinya tanggap dan sigap, tanahnya dibebaskan jadi bulan ini sudah tender tapi pemenangnya belum ditentukan," jelasnya.

Di Kembanglimus, ada kesanggupan Pemdes, tanah yang terkait akan diserahkan untuk dibangun pintu gerbang. Jika nanti kemungkinan Pemdes ikhlas, nanti akan diberikan program lain yang bermanfaat untuk Kembanglimus.

Adapun di Palbapang dan Blondo belum bisa dilaksanakan secara maksimal, karena tanahnya masih perlu dibicarakan. "Nanti terserah kesigapan dari Pemkab Magelang. Namun rencananya walaupun tanah belum disiapkan, akan dilaksanakan persiapan secara eksisting," katanya.