Advertisement

Ratu Keraton Agung Sejagat Panggil Gubernur Ganjar dengan Pak Ginanjar

Newswire
Minggu, 19 Januari 2020 - 10:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Ratu Keraton Agung Sejagat Panggil Gubernur Ganjar dengan Pak Ginanjar Ratu Keraton Agung Sejagat - Instagram

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Perempuan yang mengaku sebagai Ratu Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Fanni Aminadia ternyata cukup aktif menggunakan media sosial. Bahkan ia juga sempat membuat pesan untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Namun, hal lucu justru dilakukannya dalam postingan terakhirnya di akun @fanniadia_tbtd.

Pada unggahan terakhirnya itu, Fanni sempat curhat dengan menyebut Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dengan nama Ginanjar. Dalam penuturannya, ia meminta Gubernur Jateng menguji secara akademisi sejarah Keraton Agung Sejagat miliknya bersama Toto Santoso.

"Sugeng siang Pak Ginanjar, prinsipnya kami sangat menyambut baik bahkan menunggu agar diskusi dan diuji secara akademisi sejarah ini bisa terealisasi. Tapi pelintiran berita dan penggalan dokumentasi ternyata mampu merubah makna dari pernyataan kami," tulis Fanni dalam unggahannya, Rabu 15 Januari 2020.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Ia merasa telah dituduh menyebar berita palsu alias hoaks, Bahkan Fanni mengaku telah diperlakukan laiknya teroris kelas dunia yang dihakimi tanpa diberi hak melakukan klarifikasi.

"Saya kemarin berencana memposting surat terbuka dan untuk Bapak, tapi tanpa diberi kesempatan klarifikasi, mediasi dan bahkan penangkapan kami terkesan eksklusif lengkap dengan media. Kami berusaha korporatif tapi justru diperlakukan layaknya teroris kelas dunia atau dihakimi sebelum diberi hak mengklarifikasi," keluhnya.

Dia juga mempertanyakan prosedur hukum yang sejatinya dijalankan dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence).

"Barusan saya diminta ganti baju tahanan, tanpa diberi tahu salahnya dan menjadi tersangka atas apa? Saya mohon Bapak bisa mengimbau agar aparatur yang bertugas jangan politisir kasus kami yang terlanjur viral untuk sekadar press conference berhasil menangkap," tuturnya. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

13 Guguran Lava Merapi Terjadi Dalam Sepekan

Sleman
| Sabtu, 24 September 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement