Terungkap! Motif Bayi Ditinggal di KA Sancaka Solo, Ini Kronologinya
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Tri Rismaharini/Bisnis Indonesia-Wahyu Darmawan
Harianjogja.com, JAKARTA-Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku menyerahkan kepada Tuhan ihwal kemungkinannya maju di Pilkada Jakarta 2022.
Risma enggan berspekulasi lebih jauh ketika disinggung tentang peluangnya maju dalam pencalonan gubernur Jakarta tahun 2022 mendatang. Kabar itu berhembus karena masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Surabaya habis tahun ini.
Saat ditemui di arena Rakernas PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1/2020), Risma menyerahkan semua kemungkinan itu kepada Tuhan. "Tuhan akan mengatur jalan hidup saya. Semua saya serahkan pada Tuhan," kata Risma.
Risma mengaku tidak pernah berpikir untuk mencari atau bahkan meminta jabatan. Menurut dia, jabatan itu selalu mengandung risiko, di mana harus bersikap adil dan amanah.
"Saya tidak mau kemudian saya punya nafsu. Saya juga tidak mau punya nafsu jabatan karena itu berat," ujarnya.
Oleh karena itu, Risma mengaku tak pernah menanggapi secara serius terkait permintaan atau dorongan dari sejumlah pihak yang meminta dirinya maju dalam pencalonan gubernur Jakarta pada tahun 2020 mendatang.
"Makanya saya tidak mikir (tentang itu). Siapapun yang minta saya ketawa dan lepas saja," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
KPK melimpahkan kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024 ke tahap penuntutan. Yaqut Cholil Qoumas dan tiga tersangka segera menjalani persidangan.
DPRD DIY mendesak BPKA segera menyetujui pergeseran anggaran MC-0 Stadion Mandala Krida agar tahapan renovasi tidak terus tertunda.
Menkeu Purbaya memastikan rasio utang Indonesia masih aman meski naik menjadi 40,54 persen terhadap PDB dan tetap jauh di bawah batas UU.
Polri dan Kepolisian Cina melakukan pertukaran buronan. Tiga buronan asal Tiongkok dipulangkan, sementara satu WNI diserahkan ke Indonesia.
Fahri Hamzah dan Sri Sultan HB X membahas penataan kota DIY, penyediaan hunian terjangkau, serta pengembangan kawasan permukiman di masa depan.