Ini Latar Belakang Menteri Agama Minta Madrasah Ajarkan Bahasa China

Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi - Kemenag.go.id
10 Januari 2020 22:47 WIB Anggara Pernando News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Agama meminta madrasaj mengajarkan bahasa asing, termasuk China, untuk meningkatkan kompetensi siswa didik.

Menteri Agama Fachrul Razi menuturkan saat ini dunia kerja penuh persaingan. Peningkatan keterampilan individu termasuk bahasa akan memberikan nilai tambah. Bahasa China perlu dikuasai siswa madrasah karena Negeri Tirai Bambu itu merupakan salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

"Kalau kita tamatan sekolah tapi tidak bisa bersaing memperoleh lapangan kerja, kita mikir dong kurangnya di mana ya. Ternyata yang dibutuhkan bahasa hingga teknologi informasi," kata Fachrul di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Menurutnya, penambahan pilihan mata pelajaran bahasa dalam sekolah di tingkat Madrasah Aliyah merupakan realitas yang harus dihadapi. Madrasah Aliyah adalah sekolah di bawah Kementerian Agama setingkat SMA.

"Tapi urutannya paling tinggi tetap [penguasaan] bahasa Arab, kemudian bahasa Inggris, bahasa China selanjutnya Korea, dan jepang," katanya.

Fachrul yang juga Mantan Wakil Panglima TNI ini menyebutkan saat ini telah banyak sekolah yang mengajarkan siswanya bahasa China untuk meningkatkan nilai tambah.

"Banyak sekolah sudah melakukan. Kemarin di Kendal [Jawa Tengah] sudah mulai, pesantren pakai bahasa China. Jadi anak-anak [lulusan pesantren] siap bersaing di Indonesia dan dunia. [Siswa lulusan sekolah agama] tidak boleh kalah dengan yang lain," katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia