Pemakaman Soleimani Dipimpin Ayatollah Ali Khamenei & Disesaki Ratusan Ribu Pelayat

Qassem Soleimani - Reuters
06 Januari 2020 21:07 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ratusan ribu pelayat mengalir ke jalan-jalan Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Qassem Soleimani, komandan militer Iran yang tewas dalam serangan udara AS di Irak Jumat (3/1/2020) lalu.

Televisi pemerintah melaporkan bahwa ada "juta orang" menyaksikan proses pemakaman untuk Soleimani yang merupakan kepala pasukan pengawal Korps Revolusi Iran (IRGC) di luar negeri.

Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang telah berjanji akan melakukan pembalasan keras atas pembunuhan itu, memimpin doa untuk jenderal yang dibunuh tersebut. Presiden Iran Hassan Rouhani turut hadir beserta Ketua Parlemen Iran Ali Larijani.

Khamenei terlihat menangis di samping peti mati yang dibungkus bendera Iran berisi serpihan mayat Soleimani dan lima "suhadar" lainnya yang tewas dalam serangan di Bandara Baghdad.

"Kami menyaksikan pemimpin tertinggi yang sangat bersedih yang merupakan sesuatu yang jarang kami saksikan," kata Dorsa Jabbari dari Al Jazeera yang melaporkan dari Teheran. Dia mengatakan para petinggi Iran terlihat sangat tertekan.

"Orang Iran sangat marah dengan cara dia [Soleimani] terbunuh ... Mereka merasa bahwa ini adalah tindakan yang sangat tidak adil yang dilakukan," ujarnya seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (6/1/2019). Simak suasana pemakaman tersebut dari Youtube Al Jazeera English di atas.

Kantor berita semi-resmi Iran ISNA melaporkan bahwa jalan-jalan di ibukota begitu penuh dengan orang yang berkabung sehingga banyak yang tidak dapat keluar dari stasiun metro bawah tanah.

Di antara kerumunan pelayat terdapat putri Soleimani, Zeinab. Dia mengatakan AS dan sekutunya Israel akan menghadapi "hari yang gelap" untuk pembunuhan ayahnya.

"Trump gila, jangan berpikir bahwa semuanya sudah berakhir dengan kematiaan ayah saya sebagai syuhada," katanya dalam pidato yang disiarkan di televisi pemerintah, merujuk pada presiden AS. Dia mengatakan keluarga-keluarga tentara AS di Timur Tengah akan menghabiskan hari-hari mereka menunggu kematian," katanya di depan kerumunan pelayat.

Jenderal Esmail Qaani, komandan baru Pasukan Quds dan penerus Soleimani, juga turut hadir.
"Kami berjanji akan melanjutkan jalan syuhada Soleimani dengan kekuatan yang sama ... dan satu-satunya kompensasi bagi kami adalah mengusir Amerika Serikat dari wilayah ini," ujar Qaani.

Pemakaman itu juga dihadiri oleh pejabat dari beberapa sekutu Iran di wilayah Timur Tengah termasuk Ismail Haniya, pemimpin politik senior kelompok Hamas Palestina.

"Saya menyatakan bahwa komandan syuhada Soleimani adalah syuhada Yerusalem," kata Haniya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia