Advertisement
Banyak WNI Umrah & Naik Haji, Indonesia Berencana Ekspor Beras ke Arab Saudi
Pekerja memindahkan karung berisi beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (19/1). - Antara/Sigid Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menjajaki potensi ekspor beras ke Arab Saudi. Secara keseluruhan, Indonesia memasang target ekspor 500.000 ton beras ke pasar global.
Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Banun Harpini mengatakan potensi ekspor ke negara tersebut sangat besar mengingat banyaknya warga negara Indonesia yang menunaikan ibadah umrah dan haji.
Advertisement
Selain itu, jumlah tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi pun terbilang banyak, terbesar di kawasan Timur Tengah.
"Tadi saat diskusi dengan Duta Besar Arab Saudi, setidaknya ekspor bukan hanya untuk para jamaah umrah dan haji, tapi TKI kita di sana juga cukup besar," katanya usai menghadiri pertemuan antara Menteri Pertanian dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A. Abid Al Thagafi di kantor Kementan, Kamis (12/12/2019).
Dalam pertemuan tersebut, Banun pun menyatakan bahwa keinginan Indonesia untuk mengekspor ke Saudi tak lepas dari kebutuhan beras di negara tersebut yang tinggi. Sejauh ini, pasokan beras ke Saudi berasal dari sejumlah negara seperti Thailand dan India.
"Sejauh ini, targetnya memang masih ke diaspora kita yang berada di sana. Namun, tidak menutup kemungkinan permintaan dari pasar lokal Saudi pun besar," imbuhnya.
Selain menjajaki ekspor beras, Indonesia pun menawarkan komoditas lain seperti produk-produk peternakan dan hortikultura. Dia menjelaskan bahwa sejauh ini ekspor produk peternakan Indonesia baru mencakup olahan unggas.
Ke depan, Indonesia bakal menawarkan ayam beku di tengah terbatasnya pasokan asal Brasil akibat bakteri Salmonella.
"Selama ini, pasokan ayam untuk Arab Saudi dari Brasil, tetapi di sana sedang terserang Salmonella sehingga untuk sementara ayam Brasil tidak masuk Arab Saudi. Dari situ, Indonesia bisa mengambil peluang," imbuhnya.
Adapun selama periode Januari-September 2019, nilai ekspor produk pertanian Indonesia ke Arab Saudi tercatat mencapai US$258,34 juta dengan subsektor perkebunan menyumbang US$244,01 juta. Adapun nilai impor asal Saudi selama periode ini berada di angka US$4,79 juta. Dengan demikian, Indonesia menikmati surplus senilai US$253,54 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Klasemen Super League: Persib 54 Poin, Persita Naik ke Posisi 6
- Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Selasa 3 Maret 2026
- Jadwal KA Bandara YIA Selasa 3 Maret 2026, Beroperasi Seharian
- Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 3 Maret 2026, Ini Lokasinya
- Getafe Tumbangkan Real Madrid 1-0 di Bernabeu, Barcelona Makin Menjauh
- Jadwal Pemadaman Listrik Jogja 3 Maret 2026, Ini Wilayah Terdampak
- Cek Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 3 Maret 2026
Advertisement
Advertisement








