Pramugari Garuda Ungkap Perlakuan Semena-mena Ari Askhara Soal PHK

Pesawat Garuda Indonesia - Ist/Garuda Indonesia
11 Desember 2019 14:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton oleh pesawat Garuda Indonesia membuka banyak tabir di tubuh maskapai penerbangan milik pemerintah tersebut. Utamanya, terkait perilaku Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara.

Seorang pramugari Garuda Indonesia Anggi Ardana Neswari mengungkap salah satunya. Kini, ia dalam status diberhentikan secara sepihak. Ia dapat kembali bekerja jika suasana hati (mood) Ari Askhara sedang baik.

Hal itu diungkapkan Anggi saat hadir dalam acara ILC TV One bertajuk "Ketika Garuda Diserempet Moge" yang tayang pada Selasa (10/12/2019) malam.

Anggi mengatakan, "Saya sekarang berstatus yaitu PHK sepihak dari pihak Garuda Indonesia. Tanggal 2 Agustus 2019, saya sebagai kru haji 2019 di base Medan".

Ia menceritakan pihak menajemen Garuda memecat dirinya karena dianggap menjatuhkan nama baik perusahaan. Kasus bermula saat Anggi mendapat titipan barang dari keluarganya berupa rokok.

Barang itu dibawanya dari Indonesia ke Jeddah. Anggi mengklaim barang itu legal dan dia telah mentaati jumlah yang diperbolehkan dibawa seperti yang tertulis di flight attendant service guide book.

Namun pihak Imigrasi di Jeddah menyita barang itu saat random check. Anggi hanya diperbolehkan membawa satu dari 3 slop rokok.

"Dari mereka [Jeddah] diperbolehkan namun hanya satu. Hanya itu saja, tidak membayar pinalti, tidak masuk ke media, tidak ada kepolisian yang menangkap kami. Setelah itu kami hanya diperingatkan," ungkap Anggi.

Belakangan, hal itu dipermasalahkan oleh pihak Garuda dan memutuskan PHK kepada Anggi. Wanita yang bekerja sebagai pramugari Garuda selama 9 tahun ini menyesal atas keputusan tersebut.

Menurutnya, tidak ada surat peringatan terlebih dahulu dari pihak Garuda kepada dirinya.

"Di perjanjian kerja bersama kita selayaknya diberikan hukuman at least SP 1. Tapi langsung kita diberi beban menjatuhkan nama baik perusahaan. Manajemen bilang kami itu memakai seragam Garuda dan mencemarkan nama baik Garuda. Padahal kami tidak membawa barang yang ilegal," ucap Anggi.

Ia menjelaskan bahwa kasusnya sudah mencapai tahap mediasi. Saat itu manajemen Garuda menjelaskan kepada Anggi bahwa keputusan PHK berasal dari Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara.

Anggi mengatakan, "Hingga mediasi kedua, pihak manajemen menyarankan untuk memberikan surat permohonan maaf bahwa kami itu benar-benar salah seperti yang mereka inginkan. Sehingga kalau mood bapak [Ari Askhara] itu bagus maka permohonan akan diterima dan kemungkinan kami akan bisa kembali bekerja".

Menurut penjelasan Anggi, ada 8 orang dipecat dengan kasus serupa dengan yang dialaminya.

Pembawa acara Karny Ilyas kemudian bertanya, "Kok anda bisa percaya, kalau manajer bilang ini maunya pak AA [Ari Askhara]? Apa dasarnya anda percaya?"

"Saya orangnya polos, jadi saya percaya-percaya aja omongan pihak manajemen. Dan saya tidak mau negative thinking kepada mereka. Karena dari mulut mereka sendiri, berkata bahwa ini kehendak bapak AA," tutur Anggi.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir akhirnya memecat I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang lebih dikenal Ari Askhara dari posisinya sebagai Dirut PT Garuda Indonesia karena terlibat kasus penyelundupan barang mewah Harley Davidson dan sepeda Brompton dalam pesawat baru Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo.

Selain mencopot Ari Askhara dari Direktur Utama Garuda, Kementerian BUMN juga bakal mencopot sejumlah direksi yang terbukti terlibat dalam kasus penyelundupan itu.

Sumber : Suara.com