Satpam SPPG Kecandran Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Jaga
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Tenda PKL Taman Pancasila Karanganyar morat-marit diterjang hujan badai, Rabu (4/12/2019)./Solopos-Candra Mantovani)
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Hujan disertai angin kencang selama 20 menit menerjang Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (4/12/2019). Sejumlah pohon tumbang, tenda PKL di Taman Pancasila roboh.
Berdasarkan pantauan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, hujan badai terjadi sekitar pukul 15.38 WIB di kawasan Karanganyar Kota. Angin kencang membuat beberapa pohon di Jl. Kapten Mulyadi sebelah timur Gedung Setda Karanganyar, Taman Air Mancur, Kantor Kecamatan Karanganyar, serta Jl. Lawu tumbang.
Beberapa pohon yang tumbang hampir menimpa kios pedagang, mobil, dan sepeda motor. Selain itu, beberapa genting rumah warga dan atap Apotek Kimia Farma sebelah Rumah Dinas Bupati Karanganyar juga lepas akibat hujan badai tersebut.
Pecahan kaca atap Apotek Kimia Farma juga sempat menancap di atap galvalum pos penjagaan Rumdin Bupati Karanganyar. Kondisi paling parah terjadi di Taman Pancasila yang kerap digunakan pedagang berjual beli.
Hujan badai tersebut langsung membuat pedagang kalang kabut lantaran tenda mereka roboh tertiup angin. Setelah hujan reda sekitar pukul 15.58 WIB, beberapa pedagang mengurungkan niat membuka lapak. Mereka merapikan tenda dan lapak yang hancur diterjang badai.
Salah satu pedagang aksesoris gawai di Taman Pancasila Karanganyar, Rohani, menceritakan saat hujan badai terjadi, dia sedang menata dagangan di dalam tenda. Selang beberapa saat kemudian, tenda dagangan di sebelahnya terbang dan menimpa tendanya yang juga ikut terbawa angin sejauh 10 meter dari lokasi awal.
Saat hal tersebut terjadi, Rohani mengaku tak bisa berbuat apa-apa dan pasrah. Dia bahkan sempat terjepit di antara tenda yang beterbangan.
“Saya tidak bisa apa-apa dan cuma bisa berdiri diam. Sementara saya terjepit diantara tenda-tenda yang berterbangan. Untung saja hujannya tidak lama. Alhamdulillah, saya tidak mengalami luka. Sekarang saya merapikan lapak saya dulu. Karena awalnya saya di pojok dan tendanya terbang hingga ke tengah ini,” terangnya.
Pedagang angkringan di Jl. Kapten Mulyadi, Joko, mengaku beberapa pohon kecil di belakang tendanya mulai ambruk dan sempat menimpa bagian belakang lapaknya saat hujan turun. Beberapa saat kemudian pohon besar di sebelah angkringannya juga ikut ambruk menimpa kabel yang mengakibatkan satu tiang lampu ikut tumbang.
Sementara itu, Wakabid Operasional SAR Karanganyar, M Rasyid Al Fauzan, saat dikonfirmasi mengatakan, area yang terdampak angin kencang cukup luas. Menurutnya, hampir seluruh kawasan Karanganyar Kota merasakan dampak dari angin kencang tersebut.
"Kawasan kota merata. Hampir semuanya kena. Selain itu di kawasan Tasikmadu dan Kebakkramat juga cukup banyak yang kena. Saat ini, kami sedang melakukan pendataan di lapangan, sekaligus melakukan evakuasi bersama warga dan relawan, jika ada akses jalan yang tertutup pohon tumbang, atau hal lain yang butuh penanganan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Bantul mencatat Hari Tanpa Hujan terpanjang di Indonesia, mencapai 131 hari akibat El Nino sangat kuat. BMKG memproyeksikan hujan bertahap.
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Tiga jasad korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan di hari ke-10 SAR. Total 126 korban ditemukan, 117 masih dicari.
Barang berbahaya terbakar di NPCT1 Tanjung Priok. Api padam dalam 59 menit, tidak ada korban dan penyebab masih diinvestigasi.
Pembangunan TPR Tepus Gunungkidul mulai berjalan dengan kontrak Rp728,1 juta. Sementara TPR JJLS masih menggunakan bangunan lama.