NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Tenda PKL Taman Pancasila Karanganyar morat-marit diterjang hujan badai, Rabu (4/12/2019)./Solopos-Candra Mantovani)
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Hujan disertai angin kencang selama 20 menit menerjang Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (4/12/2019). Sejumlah pohon tumbang, tenda PKL di Taman Pancasila roboh.
Berdasarkan pantauan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, hujan badai terjadi sekitar pukul 15.38 WIB di kawasan Karanganyar Kota. Angin kencang membuat beberapa pohon di Jl. Kapten Mulyadi sebelah timur Gedung Setda Karanganyar, Taman Air Mancur, Kantor Kecamatan Karanganyar, serta Jl. Lawu tumbang.
Beberapa pohon yang tumbang hampir menimpa kios pedagang, mobil, dan sepeda motor. Selain itu, beberapa genting rumah warga dan atap Apotek Kimia Farma sebelah Rumah Dinas Bupati Karanganyar juga lepas akibat hujan badai tersebut.
Pecahan kaca atap Apotek Kimia Farma juga sempat menancap di atap galvalum pos penjagaan Rumdin Bupati Karanganyar. Kondisi paling parah terjadi di Taman Pancasila yang kerap digunakan pedagang berjual beli.
Hujan badai tersebut langsung membuat pedagang kalang kabut lantaran tenda mereka roboh tertiup angin. Setelah hujan reda sekitar pukul 15.58 WIB, beberapa pedagang mengurungkan niat membuka lapak. Mereka merapikan tenda dan lapak yang hancur diterjang badai.
Salah satu pedagang aksesoris gawai di Taman Pancasila Karanganyar, Rohani, menceritakan saat hujan badai terjadi, dia sedang menata dagangan di dalam tenda. Selang beberapa saat kemudian, tenda dagangan di sebelahnya terbang dan menimpa tendanya yang juga ikut terbawa angin sejauh 10 meter dari lokasi awal.
Saat hal tersebut terjadi, Rohani mengaku tak bisa berbuat apa-apa dan pasrah. Dia bahkan sempat terjepit di antara tenda yang beterbangan.
“Saya tidak bisa apa-apa dan cuma bisa berdiri diam. Sementara saya terjepit diantara tenda-tenda yang berterbangan. Untung saja hujannya tidak lama. Alhamdulillah, saya tidak mengalami luka. Sekarang saya merapikan lapak saya dulu. Karena awalnya saya di pojok dan tendanya terbang hingga ke tengah ini,” terangnya.
Pedagang angkringan di Jl. Kapten Mulyadi, Joko, mengaku beberapa pohon kecil di belakang tendanya mulai ambruk dan sempat menimpa bagian belakang lapaknya saat hujan turun. Beberapa saat kemudian pohon besar di sebelah angkringannya juga ikut ambruk menimpa kabel yang mengakibatkan satu tiang lampu ikut tumbang.
Sementara itu, Wakabid Operasional SAR Karanganyar, M Rasyid Al Fauzan, saat dikonfirmasi mengatakan, area yang terdampak angin kencang cukup luas. Menurutnya, hampir seluruh kawasan Karanganyar Kota merasakan dampak dari angin kencang tersebut.
"Kawasan kota merata. Hampir semuanya kena. Selain itu di kawasan Tasikmadu dan Kebakkramat juga cukup banyak yang kena. Saat ini, kami sedang melakukan pendataan di lapangan, sekaligus melakukan evakuasi bersama warga dan relawan, jika ada akses jalan yang tertutup pohon tumbang, atau hal lain yang butuh penanganan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Selasa 25 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.