New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Logo Nahdlatul Ulama (NU)
Harianjogja.com, JAKARTA- Keinginan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar Presiden dipilih MPR, mendapat respons dari partai oposisi.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil memberikan tanggapan perihal pernyataan Ketua PBNU Said Aqil Siraj, yang mengusulkan agar pemilihan presiden dikembalikan ke MPR. Menurutnya, hal itu harus dilakukan pengkajian sebelum dikembalikan ke MPR.
"Wacana itu harus dikaji secara mendalam," kata Nasir saat dikonfirmasi Okezone-jaringan Harianjogja.com, Rabu (27/11/2019).
Dalam usulan itu, Said Aqil mengatakan, bahwa keputusan untuk dikembalikannya pemilihan kepada MPR karena sesuai dengan keputusan Munas NU di, Cikampek, Cirebon pada 2012 atau tujuh tahun lalu.
Nasir menilai bahwa, evaluasi terkait penyelenggaraan Pilpres memang sudah wajar dilakukan. Sebab hal itu perlu untuk mengetehui apakah pelaksanaan Pilpres sudah baik dilakukan atau tidak.
"Sebagai sebuah negara yang mengusung semangat gotong royong dan kekeluargaan, tentu kita wajib mengevaluasi pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung yang selama ini berlangsung di Indonesia," tuturnya.
Menurut dia, dengan kembalinya pilpres ke MPR tidak bisa dikatakan sebagai kemunduran demokrasi, sebab mundurnya demokrasi dinilai dari kesejahteraan rakyat.
"Mundur dan majunya demokrasi itu dilihat dari kesejahteraan rakyatnya. Kita gagal melakukan konsolidasi demokrasi," ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Said Aqil mengusulkan pemilihan presiden (Pilpres) untuk dikembalikan ke lembaga MPR. Hal tersebut karena dinilai sistem pemilihan secara langsung yang sudah berlaku sejak 2004 terlalu banyak mudarat, ketimbang manfaatnya.
"Tentang Pilpres kembali MPR, itu keputusan Munas NU di Kempek, Cirebon 2012. Kiai-kiai menimbamg mudharot dan manfaat, pilpres langsung itu high cost, terutama cost sosial," ujarnya setelah melangsungkan silaturahmi dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019).
Menurut dia, dikembalikannya pilpres ke MPR itu bukan suatu kemunduran demokrasi. "Demokrasi itu alat, media mewujudkan kesejahteraan rakyat. Kalau demokrasi menujukan kemudharatan, belum tentu demokrasi liberal itu akan memberi manfaat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Manchester City dilaporkan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan aturan finansial Liga Primer. Sanksi dan proses banding masih menunggu.
Banjir meluas di Bangkok setelah hujan hampir 300 mm. Seluruh 50 distrik dinyatakan zona bencana, sementara hujan lebat masih berpotensi hingga 27 September.
Tata Aeris resmi meluncur di India mulai Rp90 jutaan. Sedan penerus Tigor ini punya kamera 360 derajat, 6 airbag, layar 10,25 inci, dan mesin CNG.
Jadwal bola malam ini 26-27 September 2026 menghadirkan Inggris vs Spanyol, Republik Ceko vs Kroasia, perempat final Asian Games, dan Liga 2.
Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 kembali digelar di SUGBK. Psywar media sosial dan rekam jejak pertemuan kedua tim ikut menjadi sorotan.