Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Angkie Yudistia (berdiri) penyandang tuna rungu yang menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi sekaligus Juru Bicara bidang Sosial./Suara.com-Biro Setpres
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi baru saja mengenalkan personel baru yang duduk menjadi staf khususnya, Kamis (21/11/2019). Kali ini, staf khusus presiden berasal dari kalangan milenial.
Presiden Jokowi pun tak kalah ingin membagikan momentum perkenalan itu ke warganet melalui akun media sosialnya Instagram.
Di situ, Presiden menuliskan bahwa tujuh anak muda yang dikenalkan sebagai staf khusus presiden yang baru itu merupakan jambatan dirinya pada anak muda, para santri, dan para diaspora di negeri ini.
"Tujuh anak muda ini adalah jembatan saya ke anak-anak muda, para santri, para diaspora yang tersebar di berbagai tempat untuk bersama-sama membangun bangsa ini. Sebagai staf khusus presiden, mereka akan jadi teman diskusi saya setiap bulan, setiap minggu, atau setiap hari," tulis Presiden Jokowi.
"Bersama mereka, saya bisa mencari cara yang out of the box, yang melompat, mengejar kemajuan," lanjutnya.
Unggahan itu direspons positif oleh warganet. Ada yang memberikan apresiasi kepada para staf khusus tersebut sebagai orang-orang hebat, ada pula yang mengatakan bahwa saatnya anak muda berkarya.
Namun kebanyakan justru menyinggung hal lain yakni kasus pengeroyokan suporter bola Indonesia oleh Malaysia.
"kasus suporter Indonesia dikeroyok di Bukit Jalil, mohon ditindaklanjuti pak," tulis @aditanggoro.
"pak, ganyang malaysial," tulis @yoyoo.mra.
"Tolong perhatikan pendukung timnas kita di pukuli di malaysia pak!" tulis @aldysatian
"WOI PAK LIHAT SUPPORTER INDO YANG DI KROYOK SAMA NEGARA SEBELAH JANGAN TUTUP MATA !!!!" tulis @arifalfi91.
Sebelumnya diberitakan bahwa pertandingan antara Malaysia vs timnas Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (19/11/2019), menyisakan kisah pilu. Di media sosial, beredar kabar sekelompok suporter Malaysia memukuli suporter Indonesia usai pertandingan yang berakhir 2-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Kejadian yang viral di media sosial tersebut dibenarkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto telah mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Laporan tersebut dibenarkan oleh KBRI Kuala Lumpur.
"Berdasarkan keterangan Mas Yusron Ambardi, Kepala Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur, memang betul ada insiden pemukulan terhadap suporter Indonesia dan direbut paspornya, tetapi sehari sebelum pertandingan. Korban tersebut sudah menghubungi KBRI untuk minta perlindungan dan penerbitan surat seperti laksana paspor," kata Gatot dalam keterangannya kepada media, Kamis (21/11/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.