Kemenag Tulis Ulang Buku Agama di Sekolah, Pokok Bahasan dari Khilafah Sampai Tahlilan

Ilustrasi - Antara
11 November 2019 16:37 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menulis ulang buku agama di lingkungan sekolah untuk menghalau radikalisme. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan buku tersebut dicetak mulai dari tingkat SD hingga SMA maupun madrasah ibtidaiyah sampai aliyah.

"Sedang ditulis total penulisan ulang terhadap buku agama. Insyaallah selesai akhir tahun ini. Buku ini sangat berorientasi pada moderasi beragama," katanya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9, di Kemenkominfo, Senin (11/11/2019).

Dia menyebut upaya penulisan buku agama ini bertujuan menghalau radikalise yang masuk ke lembaga pendidikan. Buku tersebut akan berorientasi pada keagamaan yang moderat, menghargai orang lain, serta toleran terhadap kepercayaan orang lain.

"Dalam era digital kita sedang hadapi tantangan yang tidak sederhana memperebutkan otoritas di ruang publik," ujarnya.

Salah satu isu yang menjadi pembahasan untuk buku agama Islam adalah tentang khilafah. Menurutnya, perkembangan Islam sempat berujung pada kekhalifahan seperti Utsmani. Namun sekarang, kekhalifahan sudah berganti dengan konsep bangsa dan negara.

Selain itu, dalam penulisan ulang buku agama ada pula polemik tentang tahlilan yang dilakukan sebagian muslim, tetapi ditentang sebagian lainnya. Contoh kasus ini mesti dijelaskan agar tidak menimbulkan kisruh di masyarakat lingkup pendidikan.

Kamaruddin menerangkan penulisan ulang buku agama bertujuan agar anak dapat terhindari dari pengaruh masyarakat luar dengan isu radikal sejak tingkat pendidikan dasar.

"Sejak awal sudah dicekoki oleh pikiran yang intoleran, eksklusifitas, itu semua harus diantisipasi. Efektifnya Insya Allah tahun depan awal sudah bisa dipakai bukunya, cukup banyak dan bukan pekerjaan ringan juga," terangnya.