Jelang Munas Golkar, Komentar ‘Dilaknat Tuhan’ Panaskan Situasi

Politisi Partai Golkar Azis Syamsuddin menjawab pertanyaan wartawan saat meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (27/11). Azis Syamsuddin diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyelidikan megaproyek KTP elektronik untuk tersangka Ketua DPR Setya Novanto. ANTARA FOTO - Reno Esnir
05 November 2019 09:17 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Partai Golkar diguncang konflik internal. Tim sukses pendukung calon Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Azis Syamsuddin, yang menilai Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai penantang jagoannya bakal dilaknat Tuhan jika melanggar komitmen dianggap naif.

Fungsionaris DPP Partai Golkar Sirajuddin Abdul Wahab yang juga pendukung Bambang (Bamsoet) mengatakan bahwa Azis seperti orang ketakutan. Perasaan itu membuat Aziz mencoba menjustifikasi Bamsoet melanggar komitmen dan akan dilaknat tuhan.

“Pernyataan ini sangat nyeleneh dan kekanak-kanakan serta tidak pantas keluar dari mulut seorang pimpinan DPR yang terhormat,” katanya melalui pesan instan, Selasa (5/11/2019).

Sirajuddin menjelaskan bahwa pernyataan seperti ini harusnya dihindari. Urusan politik itu sangat dinamis dan perlu kecerdasan dan kematangan mental dalam menjalaninya. 

Di sisi lain, dia menambahkan bahwa Bamsoet hanya menyatakan mendukung Airlangga maju menjadi calon ketua umum, bukan mundur dari persaingan. 

“Dengan itu, biarkan saja kedua tokoh itu yang menyelesaikan hal-hal apa yang mereka sepakati. Para pendukung, terutama orang-orang seperti Azis, harus tetap menjaga kesejukan yang telah disepakati oleh keduanya. Agar tidak memancing reaksi-reaksi dari bawah,” jelasnya. 

Sebelumnya, pendukung Airlangga menyebut sudah menjadi rahasia umum bahwa ditunjuknya Bamsoet sebagai pimpinan MPR lalu jadi ketua sebagai kesepakatan agar Airlangga dipilih kembali menjadi Ketua Golkar.

Aziz sendiri mengaku tidak tahu apakah ditunjuknya Bamsoet sebagai Ketua MPR agar dia tidak lagi ikut dalam memperebutkan Golkar-1.

“Yang tahu antara Pak Airlangga, Pak Bamsoet sama Allah yang tahu. Biar yang mengingkari biar Allah yang melaknatnya,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/11/2019).

 

Sumber : Bisnis.com