Advertisement
Penjualan Polis AIA Turun Gara-Gara Gejolak Hong Kong
Demonstran anti-pemerintah merusak sebuah toko selama protes di Hong Kong, Cina, 20 Oktober 2019. - REUTERS/Umit Bektas
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Pergolakan politik selama lebih dari empat bulan terakhir di Hong Kong berikut dampaknya terhadap pariwisata China ke wilayah itu telah membebani kinerja AIA Group Ltd.
Penjualan polis perusahaan asuransi yang berpusat di Hong Kong tersebut dilaporkan turun.
Advertisement
Dalam sebuah pernyataan kepada bursa saham lokal pada Senin (28/10/2019), seperti dilansir melalui Bloomberg, nilai bisnis baru unit terbesar perusahaan, ukuran profitabilitas polis baru di masa mendatang, turun sebesar dua digit pada kuartal III/2019.
Meski AIA tidak menyampaikan angka pasti untuk penurunan tersebut di Hong Kong, nilai bisnis baru secara keseluruhan disebut sedikit berubah pada kuartal ketiga menjadi US$980 juta. Adapun di luar Hong Kong, nilai bisnis baru mampu naik 14 persen.
BACA JUGA
Peningkatan yang mampu dibukukan dari penduduk di Hong Kong terhapuskan oleh penurunan penjualan untuk pengunjung dari China daratan.
“Penurunan ini mengikuti penurunan kedatangan pengunjung secara keseluruhan ke Hong Kong pada bulan Juli dan Agustus,” terang AIA.
Pengunjung China daratan diketahui membeli polis asuransi di Hong Kong sebagai cara untuk memindahkan modal ke luar negeri di tengah ketidakpastian ekonomi dan pelemahan mata uang. Nilai tukar yuan China terdepresiasi hampir 4 persen pada kuartal III.
“Beberapa pasar kami mengalami tekanan dari kondisi suku bunga yang lebih rendah, kepercayaan konsumen yang menurun, serta meningkatnya ketegangan politik dan perdagangan,” lanjut AIA.
“Secara khusus, berkurangnya jumlah pengunjung China daratan ke Hong Kong terus memengaruhi penjualan,” tambahnya.
Meski demikian, pasar tak tampak bereaksi negatif atas pernyataan ini. Berdasarkan data Bloomberg, saham AIA justru naik 1,5 persen pada awal perdagangan Senin (28/10) di Hong Kong sekaligus membawanya mengalami kenaikan sekitar 17 persen sepanjang tahun berjalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
Advertisement
Tersasar Google Maps ke Jalan Sawah, Pemudik Dibantu Warga di Kalasan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Satpol PP Masih Temukan Wisatawan Merokok dan Otoped di Malioboro
- Omzet Penjual Salak Jalan Jogja Solo Turun 40% Akibat Macet
- Kadin Ingatkan WFH Satu Hari Tidak Bisa Berlaku Bagi Semua Sektor
- Penumpang Kereta Api Mendominasi Lonjakan Pemudik Lebaran 2026
- Pemerintah Menjamin Tidak Ada Pembatasan Pembelian Pertalite
- KONI Minta IMI Perkuat Pembinaan Atlet Balap Usai Veda Raih Podium
- Arus Balik, 15.287 Kendaraan Keluar DIY Via Gerbang Tol Purwomartani
Advertisement
Advertisement







