Advertisement
Fakta Menarik Mayor Jenderal Terawan Agus Putranto yang Masuk di Kabinet Indonesia Maju
Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Mayjen TNI Terawan Agus Putranto, di RSPAD, Jakarta, Senin (2/3/2018). - JIBI/Endang Muchtar
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Terawan Agus Putranto menjadi nama baru mengisi posisi menteri kesehatan dalam kabinet Joko Widodo - Ma'aruf Amin yang akan dilantik pada Rabu (23/10/2019).
Terawan sendiri membenarkan dirinya akan menjadi pengganti Nila F. Moeloek sebagai menteri kesehatan saat berbicara di Istana Kepresidenan usai bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo pada Selasa (22/10/2019) malam.
Advertisement
Sosoknya sendiri sudah tidak asing di dunia kesehatan Indonesia. Pria berusia 55 tahun tersebut adalah Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, yang merupakan rumah sakit kepresidenan dengan pangkat mayor Jenderal.
Namanya sempat menimbulkan kontroversi dengan metode ‘cuci otak’ untuk mengatasi stroke menggunakan alat Digital Subtraction Angiography (DSA).
BACA JUGA
Metode berbasis radiologi ini adalah desertasi doktornya di Universitas Hasanuddin, Makassar, dan dinyatakan lulus predikat sangat memuaskan pada 4 Agustus 2016.
Namun, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan metode ini belum lulus uji klinis terhadap penggunaan teknologi untuk membersihkan saluran ‘gorong-gorong’ pembuluh darah yang tersumbat.
Terawan bahkan sempat diberhentikan dari keanggotaan IDI untuk sementara waktu saat isu ini ramai diperbincangkan pada tahun 2018.
Meski mendapatkan pergolakan yang hebat di dalam negeri, nyatanya metode penemuan baru ini sudah mendapat sambutan di Jerman, Belanda, Amerika Serikat dan China.
Terakhir pada November 2018, RSPAD Gatot Subroto menandatangani kerja sama dengan PT Credit Suisse Vietnam untuk membantu 1.000 pasien stroke dari Vietnam.
Menamatkan pendidikan strata S1-nya di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, dan melanjutkan spesialis radiologi di Universitas Airlangga, sebelum akhirnya menerima gelar doktor dari Universitas Hassanudin, Makassar.
Terawan juga mengungkap dalam pertemuannya dengan Jokowi kemarin malam, ia membahas dua hal penting yang kini menjadi fokus Kementerian Kesehatan yakni stunting dan BPJS.
"Begitu dilantik, saya pensiun (dari TNI). Namun saya tetap menjadi dokter, bisa menolong dan sebagainya," pungkasnya saat berbicara di Istana Kepresidenan pada Selasa (22/10/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara, Pusat di Daratan
- Operasi SAR KLM Nur Ainun Balqis Dihentikan, 2 Korban Masih Hilang
- Kawanan Gajah Liar Rusak Perumahan Karyawan di Siak, Tiga Motor Hancur
- DPR Nilai Penganiayaan Anak oleh Brimob Brutal, Desak Proses Pidana
- BBPOM Bagikan Kiat Pilih Takjil Aman Selama Ramadan
Advertisement
IDI Turun ke Peringkat 59, Krisis Demokrasi dan Regulasi Disorot
Advertisement
Lalampa, Wisata Kuliner Khas Malut Favorit Saat Ramadan
Advertisement
Berita Populer
- Lamborghini Revuelto Mansory Jadi Mobil Patroli di Dubai
- Carlos Alcaraz Juara Qatar Open 2026, Gelar ATP 500 ke-9
- Dewa United Vs Borneo FC: Ujian yang Sesungguhnya di Tangerang
- Bahaya! Password Buatan AI Ternyata Mudah Dibobol
- Blunder Kiper PSM Makassar Jadi Bahan Olok-olokan Dunia
- Razia Miras di Kasihan Bantul, 124 Botol Disita Polisi
- Pedro Acosta: Ducati Makin Sulit Dikejar
Advertisement
Advertisement







