Advertisement
Usai Meletus, Aktivitas Gunung Merapi Turun
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan lava pijar pada Senin (18/2/2019) pagi. Kondisi tersebut terpantau dari daerah Bimomartani, Ngemplak, Sleman. - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
Advertisement
Harianjogja.com, MAGELANG-- Setelah terjadi letusan awan panas pada Senin (14/10/2019), kondisi aktivitas Gunung Merapi kembali turun.
Kepala Balai Penyelidikan dan Perkembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida aktivitas Gunung Merapi kembali menurun.
Advertisement
"Artinya setelah terjadi letusan awan panas kemarin sore, ya sudah saat ini kembali normal," ujar, Hanik usai acara Gladi Posko Dan Gladi Lapang, Penanganan Darurat Bencana Kabupaten Magelang, di Balai Desa Sengi, Dukun, Selasa (15/10/2019).
Ia menjelaskan letusan awan panas tersebut merupakan akumulasi gas yang ada dipermukaan Gunung Merapi yang tidak terduga-duga sebelumnya atau tidak terindikasi.
BACA JUGA
"Jadi dari segi kegempaannya pun tidak ada perubahan yang signifikan," jelas Hanik.
Adapun aktivitas di dalam kawah, Hanik mengatakan bahwa, aktivitasnya sudah kembali turun.
"Asap juga sudah kecil sekali, guguran juga kecil. Dari jam 00.00-06.00 WIB hanya ada 6 kali guguran. Kemudian 1 gempa MP 2 tektonik, artinya itu sangat rendah untuk aktivitasnya," terang Hanik.
Kendati aktivitasnya sudah kembali normal, Hanik mengatakan status Gunung Merapi tetap waspada hingga saat ini.
"Saat ini statusnya masih waspada. Artinya masyarakat harus tetap waspada dengan aktivitas Merapi karena potensi susulan masih ada," tutur Hanik.
Hingga saat ini, pihaknya masih merekomendasikan warga untuk tidak beraktivitas tiga Km dari puncak Gunung Merapi. Menurutnya, penetapan status waspada ini merupakan penetapan status terpanjang selama ini.
"Penetapan status waspada ini sudah ditetapkan sejak tanggal 21 Mei 2018. Jadi sudah 1 tahun 5 bulan," ungkapnya. (*)
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Pemkot Jogja Atur Jam Hiburan Malam dan Kuliner Saat Ramadan 2026
- Bahlil Sebut RI Rentan Jika Impor Minyak Terganggu Perang
- Diduga Korupsi, Lurah dan Carik Bohol Gunungkidul Dituntut Penjara
- BPK Dorong Penguatan Basarnas Hadapi Megathrust
- Warga Jogja Keluhkan PBI BPJS Kesehatan Nonaktif Mendadak
- DPRD Kulonprogo Belajar Tata Kelola BUMD ke Surabaya
- KPAI Kecam Guru Suruh 22 Siswa SD Buka Pakaian di Jember
Advertisement
Advertisement








