Pengamanan Pejabat Ditingkatkan, Pemda DIY Tak Ingin Jauhkan Sultan dengan Warganya

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyalami warga satu per satu saat open house syawalan Lebaran 2019 di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Senin (10/6/2019) - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
12 Oktober 2019 03:17 WIB Abdul Hamied Razak News Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Peristiwa penusukan yang menimpa Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10/2019) menjadi perhatian pemerintah di daerah. Pemda DIY berupaya meningkatkan kewaspadaan sesuai prosedur tetap (protap) pengamanan pejabat setingkat Gubernur.

Pejabat Sekda DIY Arofa Noor Indriani mengatakan belajar dari kasus di Pandeglang, DIY berupaya untuk meningkatkan pengamanan pejabat terutama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Saat ini baru berproses, koordinasi tetap berjalan [Satpol PP, Bakesbangpol, Protokol]. Yang jelas peningkatan kewaspadaan kami tingkatkan," katanya menjawab pertanyaan Harianjogja.com, Jumat (11/10/2019).

Meski begitu, kata Arofa, peningkatan kewaspadaan tersebut bukan berarti menjauhkan masyarakat dengan Sultan. Sebab selama ini nyaris tidak ada batasan ketika Sultan bertemu dengan warga. Baik untuk bersalaman maupun berswafoto. "Boten, [kebiasaan] Sultan tetap njih, [beliau] dekat dengan masyarakat," kata Arofa.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Biro Umum, Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah DIY, Aditya Nanaryo Aji. Dia menjelaskan, pengamanan kegiatan Sultan sehari-hari di kantor berjalan seperti biasa. Karena tamu yg berkunjung ke kantor pasti sudah melalui screening dari petugas protokol.

Yang mungkin berbeda adalah, lanjut Aditya, pengamanan Sultan ketika berinteraksi dengan massa. Petugas akan lebih memperhatikan detail prosedur tetap (protap) pengamanan pejabat setingkat Gubernur.

"Dalam artian pada event yang berinteraksi dengan masyarakat, kami di Biro Umum selaku pelayan pimpinan akan meningkatkan kewaspadaan, bekerjasama dengan pihak berwenang utuk lebih memperhatikan keamanan beliau," kata Aditya.